FIFA Dikritik Mia Khalifa Tentang Memilih Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Piala Dunia di Qatar sudah berjalan sekitar sepekan. Namun gelaran tersebut terus saja mendapat kritikan dari banyak pihak. Salah satu kritikan itu disampaikan oleh Mia Khalifa. Ia menumpahkan hal tersebut di Twitter.

FIFA Dikritik Mia Khalifa Tentang Memilih Qatar Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022
Mia Khalifa (Foto: Instagram/@miakhalifa)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Piala Dunia di Qatar sudah berjalan sekitar sepekan. Namun gelaran tersebut terus saja mendapat kritikan dari banyak pihak.

Salah satu kritikan itu disampaikan oleh Mia Khalifa. Ia menumpahkan hal tersebut di Twitter.

BACA JUGA : Setelah Nekat Pamer Keseksian di Qatar, Mantan Miss Kroasia Semakin Ngelunjak!

Mantan bintang porno tersebut menilai penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 saja sudah salah. Bahkan karena hal itu, Mia Khalifa melemparkan kalimat umpatan untuk FIFA sebagai federasi sepakbola dunia.

"Apa yang federasi idiot ini pikirkan dengan memberi Qatar kesempatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022?" kata Mia Khalifa.

Kritik tersebut disampaikan Mia Khalifa diduga berkaitan dengan isu pelanggaran HAM. Wanita keturunan Lebanon tersebut juga menyindir mengenai larangan kampanye komunitas LGBTQ.

Setelah tidak lagi menjadi bagian dari industri film porno, Mia Khalifa cukup vokal. Beberapa kali ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap industri tersebut yang bisa mengancam masa depan banyak orang.

"Ada semua cerita tentang gadis-gadis yang hidupnya telah hancur karenanya dan pria yang memanfaatkan mereka," lanjutnya.

BACA JUGA : Beberapa Tips dari Ahli Kesehatan Tetap Sehat Meski Begadang Nonton Piala Dunia 2022

"Kamu cantik, apakah kamu ingin menjadi model? Kamu memiliki tubuh yang bagus, saya pikir kamu akan hebat jadi model telanjang," ungkapnya.

"Saya datang dan berkeliling studio, yang sangat terhormat. Tidak ada yang membuat saya tidak nyaman. Pertama kali saya masuk bukan pertama kali saya syuting film porno. Ini yang kedua kalinya. Pertama kali lebih dari 'apakah kamu ingin melakukan ini?'."

(roi)