Fantastis, Keuntungan Home Industri Minyak Goreng Curah Ilegal di Malang Sebulan Tembus Rp 400 Juta

Ini terungkap dalam rilis yang digelar Satreskrim Polres Malang, Selasa (11/6/24). Diketahui dalam sebulan kedua tersangka mendapat untung antara Rp 200 juta sampai Rp 400 juta.

Jun 11, 2024 - 16:29
Fantastis, Keuntungan Home Industri Minyak Goreng Curah Ilegal di Malang Sebulan Tembus Rp 400 Juta
Petugas Polres Malang melakukan rilis dengan menunjukkan barang bukti minyak curah ilegal dan dua tersangka

NUSADAILY.COM - MALANG - Keuntungan home industri minyak goreng curah ilegal yang digerebek Satgas Pangan Polres Malang, ternyata cukup fantastis. Setiap bulannya, kedua tersangka meraup keuntungan hingga sebesar Rp 400 juta.

 

Ini terungkap dalam rilis yang digelar Satreskrim Polres Malang, Selasa (11/6/24). Diketahui dalam sebulan kedua tersangka mendapat untung antara Rp 200 juta sampai Rp 400 juta.

 

"Keuntungan bersih sekitar Rp 200 juta sampai Rp 400 juta. Karena dalam seminggu mereka bisa mengedarkan minyak goreng curah ilegal ini sampai 4 truk. Peredarannya selain di Malang Raya, juga Sidoarjo dan daerah lain," jelas Kepala Satgas Pangan Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat.

BACA JUGA: Gerebek Home Industri Minyak Goreng Curah Ilegal, Polres Malang Amankan Tujuh Orang

Pria yang juga menjabat Kasatreskrim Polres Malang ini, menambahkan bahwa keuntungan didapat dari hasil penjualan tiap botol minyak goreng. Dimana tersangka membeli satu liter minyak goreng dari produsen di wilayah Sidoarjo sebesar Rp 11.500 sampai Rp 12.500. Kemudian dijual lagi sebesar Rp 13.500 sampai Rp 14.500.

 

"Itupun ukuran tiap botol tidak sesuai atau pas 1000 mililiter (1 liter, red). Hanya berkisar 750 mililiter sampai 786 mililiter," ujarnya.

 BACA JUGA: Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Kasus Home Industri Minyak Goreng Curah Ilegal

Sekadar informasi, home industri minyak goreng curah ilegal di Kabupaten Malang, digerebek Satgas Pangan Polres Malang. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tujuh orang. Termasuk pemilik rumah.

 

Lokasi home industri tersebut, berada di Jalan Suropati, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Polisi menggerebek pada Jumat (31/5/24) lalu.

 

Dari tujuh orang yang diamankan, polisi akhirnya menetapkan dan menahan dua orang tersangka. Yakni berinisial MZ (34), warga Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Dia ini bertugas di bagian produksi dan pengemasan minyak.

 

Lalu, M (47), warga Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tersangka ini bertugas di bagian mencari pelanggan dan menjual minyak goreng.

 

Sementara itu, Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih yang memimpin rilis mengatakan, bahwa kronologi home industri minyak goreng curah ini, bermula dari usaha jual beli minyak goreng yang dilakukan tersangka MZ, pada Maret 2023 lalu.

 

Kemudian, pada bulan Februari 2024, tersangka MZ bertemu dengan M untuk melakukan kerjasama pembuatan minyak goreng curah ilegal, dengan memalsukan label atau merek Minyak Kita.

 

"Tugas tersangka MZ ini bertanggungjawab penyediaan minyak goreng curah dan botol. Sekaligus mencari karyawan untuk mengemas dalam botol. Sedangkan tersangka M, berperan menyediakan stiker Minyak Kita," ungkap Kompol Imam Mustolih.

 

Sementara, pengungkapan kasus ini, bermula ketika Satgas Pangan Polres Malang mengecek di pasar. Lalu didapati ada peredaran minyak goreng kemasan satu liter dengan merek Minyak Kita, yang secara fisik terlihat berbeda ukuran.

 

"Berdasarkan informasi itulah, kemudian dilakukan penyelidikan hingga ditemukan lokasi home industri minyak goreng curah ilegal yang selanjutnya dilakukan penggerebekan," paparnya.

 

Imam Mustolih menambahkan, bahwa Satgas Pangan Polres Malang menindaklanjuti atensi Kapolri dan Kapolda Jatim untuk mengawal ketersediaan bahan pokok dan penting sejak proses produksi hingga distribusi. Termasuk membongkar praktik curang yang merugikan konsumen serta masyarakat.(ap/wan)