Punakawan, Gambaran Pria “Bertipe Aswa”

  • Whatsapp
Relief cerita "Arjunawiwaha" pada kaki (basement) Candi Kedaton. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – nsi Pengendalian Nafsu Birahi

Demikianpah gambaran di salah satu panil relief cerita “Arjunawiwaha” pada kaki (basement) Candi Kedaton di Tiris-Kabupaten Probolinggo di lereng bawah sisi utara dari Gunung Argopuro (Hyang). Sebenarnya, gambaran tentang perilaku seksual vulgar dari Punakawan yang demikian didapati pula pada relief candi yang lain. Seperti pada relief cerita “Arjunawiwaha” pada kaki Candi Surowono di Pare Kabupaten Kediri, relief pertapaan di dinding Gua Tritis di lereng utara Pegunungan Kapur (Kendeng) Selatan Tulungagung, dan di pada relief cerita Panji di Pendapa Teras II Penataran. Malahan memuat adegan yang seronok. Apabila tangan kanannya meremas payudara, maka jemari tangan kirinya menggerayangi vulva lawan jenisnya.

Baca Juga

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam pemahatan relief cerita, terkadang seniman pemahat relief (taksaka) mentekspresikan “nakal (mbethik)-kreatif”-nya via seorang tokoh peran yang digambarkannya. Tentu bukan untuk maksud pornografis, melainkan untuk memberi nuansa komis dan menyampaikan pesan pendidikan moral-sosial. Relief candi adalah suatu wahana pembelaran, dan sekaligus unsur estetis pada bangunan candi. Melalui “kisah visual” yang dipshatkan, beragam pesan disampaikan kepada khalayak pemirsanya, tak terkecuali pesan tentang perilalu dan etika seksual.

Begitulah sekilas gambaran tentang lelaki bertipe aswa, yang nafsunya bak “kuda liar”, tidak kuasa mengendalikan birahinya. Semoga anda selalian tidak termasuk sebagai lelaki yang bertipe aswa. Betatapun tengah bernafsu, namun musti mampu untuk mendalikan nafsu birahi, sehingga perilaku seksualnya tidak cenderung vulgar, tidak tampil seronok. Nuwun.(*)

Post Terkait

banner 468x60