Pipi Perempuan, Bagian Tubuh yang Mencitrakan Paras: Menakar Kecantikan Dulu dan Sekarang

  • Whatsapp
pipi perempuan
Ilustrasi Pipi Perempuan
banner 468x60

Oleh : M. Dwi Cahyono*

Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rasulullah

(Lirik Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”, ciptaan Razif bin Zainuddin member Projector Band asal Malaysia)

Baca Juga

A. Pengaruh Pipi pada Citra Wajah

Pipi perempuan, menarik untuk dibahas. Di antara bagian-bagian pada raut muka, ada apa yang disebut “pipi (cheek)”. Sebutnya pun mudah, yakni perulangan dari suku kata “pi”. Istilah ini telah kedapatan dalam bahasa Jawa Kuna, Tengahan, hingga Jawa Baru. Kemudian diserap dalam bahasa Indonesia yang menunjuk kepada: sisi muka di bawah pelipis (KBBI, 2002). Dalam ilmu anatomi, pipi merupakan daerah berdaging pada wajah, yang berada di bawah mata dan di antara hidung dengan telinga kiri dan kanan. Pipi adalah membentuk dinding lateral pada mulut dan menyentuh tulang pipi di bawah mata.

Citra raut wajah cukup kuat dipengaruhi oleh bentuk pipi. Misalnya, pipi tembem membuat penampilan terlihat muda dan imut. Namun, ada beberapa orang yang tak suka memilikii pipi tembem, karena menjadi terlihat gemuk. Bentuk pipi yang chubby (tembem) membuat wajah terlihat semakin bulat, sehingga ditempuhi ikhtiar medis untuk mengatasinya. Antara lain dengan cara : setrika wajah, tanam benang, ataupun operasi plastik. Disamping itu, untuk menampilkan wajah agar lebih tirus, dilakukan lah operasi sedot lemak. Ini biasanya dilaksanakan di daerah pipi, dagu, dan leher. Ada pula tata rias wajah dengan kosmetika untuk mempercantik penampakan pipinya. Adapun kiatnya dengan perona pipi, yaitu meronai atau membuat bentuk pipi yang sempurna. Tentu berbentuk padat, krim, atau gel, yang biasanya warna merah atau merah muda.

Bagi para wanita yang menaruh perhatian pada penampilan diri, keberadaan pipi menjadi pusat perhatian. Pipi semestinya menjadi komponen anatomis yang memberi nilai tambah pada keelokan penampilan, bukan justru sebaliknya. Lantaran bentuk pipi, misalnya tembem, bisa menjadi bahan olok-olokan. Bentuk pipi pulalah dapat mengundang pujian terhadap citra wajah perempuan. Oleh karena itu, “urusan pipi” menjadi urusan penting bagi kaum hawa, dan lebih khusus ketika di usia muda.

B. Pipi Tembem pada Tokoh Peran Seni Pertunjukan

pipi perempuan

Salah satu bentuk pipi yang disebut di atas adalah ‘tembem (chubby)”. Sebutan “tembem” menunjuk pada tampilan wajah yang : sembap karena gemuk atau bengkak (memgenai pipi) (KBBI, 2002). Istilah ini berasal dari bahasa Jawa Baru. Sebutan ini malahan diberikan kepada suatu bentuk topeng di dalam seni pertunjukan tradisional, yang disebutkan dengan “pentul-tembem”. Kedua tokoh peran tersebut hadir di berbagai daerah di Jawa. Selain hadir pada seni pertunjukan di Jawa Timur, baik pada kuda lumping (jaranan), reyog, mungde dsb., Pentul dan Tembem juga kedapatan di Magelang, pada Barongan di Kudus, di Gunung Kidul, maupun di Cirebon, dsb.

Pada kesenian “Pentul Tembem” pada daerah Madiun, topeng berwarna putih acap disebut dengan “pentul”, adapun yang berwarna hitam disebut “tembem”. Demikian pula pada kesenian “Mongde (Mung Dhe) di Nganjuk, Pentul mengenakan topeng warna putih dan Tembem memakai topeng warna hitam. Keduanya merupakan botoh, yaitu pihak yang membantu dan memberikan semangat. Sikap dan tingkah laku kedua botoh ini gecul (lucu). Topeng keduanya berwujud tanpa mulut bagian bawah hingga dagu. Hal ini berbeda pada kesenian topeng di daerah Cirebon, di mana topeng (kedok) Tembem dibuat sepenuh muka pemakainya, dicat berwarna putih, mata melotot, pipi kembung sebelah, bibir menyong, dan dahinya nongnong (menyembul). Pentul dan Tembem pada seni Topeng Cirebon juga tampil lucu (bocoran). Selain wajah tembem pada dirinya, ada tokoh wanita dengan pipinya yang juga digambarkan tembem, yaitu Mblep.

Panji Pentul dan Tembem

Dalam Cerita Panji, Pentul dan Tembem adalah punakawan (kadeyan) Panji. Mereka yang turut mengelana mencari Candrakirana. Perannya sebagai pengiring ksatria juga tergambar pada kesenian Reog. Di mana Pentul – Tembem dikisahkan sebagai pamong (pengasuh atau juru dyah). Peran dari keduanya juga tergambar di dalam seni pertunjukkan “Pentul – Tembem” di daerah Madiun. Mereka adalah dua orang penari berpasangan yang menyajikan pertunjukan secara keliling (ngamen). Menurut legenda setempat, tarian itu dimainkan Kromoleya dan Onggoleya. Ini sebagai media penyampaian pesan rahasia dari Kyai Ageng Kasan Besari kepada Bagus Burhan untuk kembali ke Tegalsari. Pada legenda lain di daerah Kudus, Pentul Tembem adalah dua orang yang mengajarkan ilmu agama suci di Jawa secara diam-diam tanpa seizin Prabu Brawijaya. Keduanya adalah orang sakti yang berada di hutan Patiayam

Pada paparan di atas, Pentul – Tembem digambarkan sebagai tokoh lucu. Raut wajahnya kurang bagus, dengan pipinya yang tembem. Selain pipi yang tembem, ada bentuk-bentuk pipi yang lain, yang masuk ke dalam kategori kategori pipi bagus. Bentuk pipi yang bagus itu menjadi bentuk pipi idaman kaum wanita.

C. Bentuk Pipi Mempesona

Pada syair lagu “Aisyah Istri Rasulullah” di atas, kecantikan Aisyah digambarkan sebagai cantik kulit putih bersih merah di pipi. Lantaran warna pipinya yang kemerahan itulah, maka Aisyah dipanggil dengan “Humaira”. Secara harafiah, kata “humaira” berarti : kemerahan, putih campur merah, atau yang berpipi merah. Ada pipi yang kemerahan secara alami, namun ada pula yang memerah lantaran dironakan dengan “perona pipi (rouge, blusher, atau blush on). Yaitu kosmetik yang umumnya digunakan oleh wanita untuk memerahkan pipi untuk memberi penampilan yang lebih muda dan untuk menegaskan bentuk tulang pipi.

Perona pipi telah hadir lama di dalam sejarah kecantikan, yang diprakirakan semenjak zaman Mesir Kuno. Berbagai zat digunakan sebagai perona pipi. Misalnya, pada masa Yunani Kuno dipergunakan mulberry untuk memerahkan pipi. Bahan lainnya afalah jus bit merah, stroberi, sirih, dan bayam merah. Di zaman modern, perona pipi umumnya berupa talk (bubuk padat) berwarna merah atau merah muda yang disapukan ke pipi dengan menggunakan kuas. Warna merah tersebut biasanya berasal dari zat pada kelopak kesumba atau dari larutan karmin dalam amonium dioksida dan diberi aroma air mawar. Perona pipi yang berbentuk krim terbuat dari schnouda, campuran aloksan dan dan krim dingin yang membuat warna kulit menjadi merah merona.

Memerahkan dengan Tumbuhan

Pipi yang kemerahan acap dibilang sebagai “pipi merah kesumba (red cheeks)”. Perona nabati untuk memerahkan pipi adalah kesumba, yaitu : berbagai tumbuhan yang hasilkan zat berwarna merah (KBBI, 2002). Memberi warna merah kepada sesuatu diistilahkan dengan “mengesumba”. Di dalam bahasa Jawa Kuna diistilahi “kasumba (varian penulisan afalah “kasumbha), yang menunjuk pada tumbuhan kesumba (Carthamus timctorous) (Zoetmulder, 1995 : 470). Zat warna merah darinya untuk memerahkan pipi diistilahi dengan “bang-bang pipi” — ada sebutan lain buat bibir, yaitu “bang- bang lambe”.

Ada juga pipi memerah karena tersipu malu. Pipi yang merah merona adalah fenomena unik yang dimiliki manusia. Hal ini disebabkan oleh sistem saraf simpatik, yang juga mengaktifkan adrenalin dalam pilihan fight or flight. Tersipu malu bisa menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga darah dan oksigen bergerak lebih cepat mengalir. Vena di wajah akan melebar, yang menyebabkan lebih banyak darah yang mengalir di sana dan inilah yang membuat wajah memerah ketika malu. Justru karena tersipu malu dan pipi perempuan jadi merah merona, maka ia terlihat cantik.

Kisah dari Berbagai Syair Lagu

Lagu berjudul “Cakep-Cakep Sakti” yang dinyanyikan Indah Permatasari feat Raquel memuat bait syair yang berkenaan pipi yang merah jambu lantaran malu :

Kok jadi ngak karuan
Nggak sengaja sentuhan
Sentuhan dengan kamu
Pipiku merah jambu
Bersemu semu malu waktu dilirik
kamu
…………….
Kesan cantik karena merah pipi tergambar pula pada lagu “Comel Pipi Merah” yang dinyanyikan oleh Siti Nurhaliza :
…………….
Di mana dia, buah hati saya?
Buah hati saya ada di dalam rumah
Di mana dia, intan payung saya?
Intan payung saya yang comel pipi
merah
……………..

Bentuk pipi perempuan yang juga mempesona adalah apa yang di dalam perumpaan Jawa disebut “pipi nduren sajuring”. Sejuring durian digunakan buar menyebut pipi yang bentuknya oval dan lancip. Lebih sering pipi yang demikian diistilahi “pipine nyempluk”. Bentuk pipi yang bukan saja enak dipandang, namun dalam “katuranggane wanita (primbon ciri fisik perempuan)” dimaknai sebagai gambaran tentang sosok yang tegas dan cakap dalam bertindak. .

Tidak kalah menariknya adalah wajah yang “berlesung pipi”. Yang dimaksud dengan “lesung pipi (varian sebutannya “lesung pipit”) adalah lekukan pada kulit yang terbentuk di pipi, terutama kala tersenyum. Biasanya lesung pipi ditemukan pada kedua pipi. Jenis lesung pipi tunggal terbilang larang. Pada beberapa kebudayaan, — termasuk di Indonesia, lesung pipi menjadi suatu daya tarik. Orang yang memiliki lesung pipi dianggap sebagai orang yang menarik dan bersifat jujur. Lesung pipi menjadi salah satu poin plus untuk bisa terlihat lebih menarik di mata atau enak dipandang. Ada persepsi bahwa orang berlesung pipi adalah sosok yang manis dan enak dipandang. Tidak semua orang lahir dengan lesung pipi, sehingga tak sedikit orang yang karena sangat ingin memiliki, lantas menjalani operasi lesung pipi di wajahnya.

Daya Tarik Lesung Pipit

Daya tarik, bahkan daya goda, dari lesung pipi tergambar dalam syair lagu “Lesung Pipit” yang dinyanyikan oleh Anang Abdurahman Yahya :

Lesung pipit di pipimu membuat aku tergoda
Tai lalat didagumu membuatku jatuh cinta
Wahdana wahdana dana wahdana wandana
wahdan
Wahdana wahdana dana (membuatku jatuh
cinta)
…………
Lirik lagu lain yang berjudul “Si Gadis Ayu” yang dinyanyikan oleh Blac Dog Bone bersyair :
……………
Woh woh woh
Gadis ayu… lesung pipit di pipi
Ayu… senyummu menawan
Gadis ayu… ku jangan dihampakan
Ayu… sungguh ayu
……………
Tak terkecuali Iwan Fals, yang dalam lagunya berjudul “Aku Sayang Kamu” juga menyinggung tentang lesung pipi :
…………..
Langsat kuning cina warna kulit nona
Bibir merah muda lesung pipi pun ada
Wajah cukup lumayan dapat poin enam
Kalau nona berjalan rembulan pun padam
Ku suka kamu sungguh suka kamu
Kuperlu kamu sungguh perlu kamu

Demikianlah serba-serbi tentang “pipi perempuan”. Mulai pipi tembem, pipi merah merona, pipi duren sejuring, hingga lesung pipi. Nah…, pipi anda masuk golongan yang manakah? Nuwun.

Sangkaling, 25 Februari 2021
Griyajar CITRALEKHA

*Arkeolog Universitas Negeri Malang, redaktur ahli nusadaily.com, imperiumdaily.com, noktahmerah.com dan beritaloka.com