Makna Kata “Wiyata” Dalam “Wawasan Wiyata Mandala” dan “Adiwiyata” Pada Lingkungan Sekolah

  • Whatsapp
Ilusatrasi: ANTARA FOTO/Reno
banner 468x60

NUSADAILY.COM – #8220;Kenal Sekolah”

Oleh : M. Dwi Cahyono

A. Wawasan Wiyata Mandala dan Adiwiyata

Salah satu sasanti yang pada dasawarsa terakhir acap disebut di lingkungan sekolah adalah “Wiyata Mandala”. Di depan sebutan ini ditambahkan kata “wawasan”, menjadi “Wawasan Wiyata Mandala”, yang mengandung arti: cara memandang sekolah dalam lingkungan pendidikan dan pembelajaran. Dapat juga diartikan sebagai suatu pandangan atau sikap hidup terhadap sekolah sebagai lingkungan pendidikan. Selain “Wiyata Mandala”, di lingkungan sekolah juga dikembangkan program, yang disebut dengan “Adiwiyata”.

Baca Juga

Istilah “wiyata” yang dipergunakan dalam sebutan tersebut, menurut Wikipedia Indonesia diambil dari bahasa Jawa, yang artinya dinyatakan sebagai: pengajaran, pendidikan. Arti yang demikian serupa dengan kata “wiyata” pada bahasa Indonesia, yang berarti: pengajaran, pelajaran (KBBI, 2002 : 1274). Adapun kata “mandala” berarti: bulatan, lingkungan (daerah). Jadi, Wiyata Mandala berarti: lingkungan pendidikan tempat proses belajar-mengajar. Wiyata Mandala mencakup “7 K”, yang bterdiri atas : (1) Keamanan/ Kenyamanan, (2) Kekeluargaan, (3) Kedisiplinan, (4) Kerindangan, (5) Kebersihan, (6)
Keindahan, dan (7) Ketertiban.

Adapun “Adiwiyata” merupakan upaya membangun program ataupun wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita- cita pembangunan yang berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. Program ini juga diterapkan di lingkungan sekolah.

Tahun 2006 merupakan tahun bersejarah untuk pengembangan apa yang disebut “Sekolah Adiwiyata”, Sejak tahun 2006 sampai 2011, yang betpartisipasi dalam program Adiwiyata ini telah mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) se-Indonesia. Diantaranya yang mendapat Adiwiyata Mandiri sebanyak 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, dan calon Adiwiyata 103 sekolah. Total yang mendapatkan “penghargaan Adiwiyata” mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) se-Indonesia.

Pada tahun 2009 dikeluarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (KLH) Nomor 02 tahun 2009 tentang “Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata”. Meski demikian, masih belum dapat menjawab kendala yang dihadapi oleh daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakannya. Selanjutnya, tahun 2012 ilakukan penyempurnaan “Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata” dan “Sistem Pemberian Penghargaan” yang tetap merujuk kepada kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh KLH dan Kemendikbud.

Dengan penyempurnaan ini diharap sekolah yang berminat untuk mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah untuk memenuhi Standar Pendidikan Nasional — sebagaimana dilengkapi dan diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.

Post Terkait

banner 468x60