Eropa Kacau, BBM Langka Buruh Ngamuk

Sejumlah negara di Eropa geger. Kini kondisinya tidak baik-baik saja. Misalnya aksi mogok kerja terjadi di mana-mana karena dipicu kebutuhan biaya hidup yang semakin tinggi dan munculnya masalah kelangkaan BBM.

Eropa Kacau, BBM Langka Buruh Ngamuk
Buruh di Prancis merusak sebuah bank. (foto: detikcom)

NUSADAILY.COM - JAKARTA – Sejumlah negara di Eropa geger. Kini kondisinya tidak baik-baik saja. Misalnya aksi mogok kerja terjadi di mana-mana karena dipicu kebutuhan biaya hidup yang semakin tinggi dan munculnya masalah kelangkaan BBM.

Seperti dilansir dari detikcom, Rabu (19/10/2022), beberapa waktu lalu diberitakan serikat pekerja yang mewakili pekerja pos Inggris bakal menemui Royal Mail. Royal Mail merupakan salah satu layanan pos tertua di dunia yang berasal dari Inggris.

Pertemuan ini disebut untuk menemukan jalan tengah atas perselisihan yang terjadi. Sebab, sekitar 115 ribu pekerja pos Inggris melakukan aksi mogok kerja.

Aksi tersebut dipicu oleh persoalan kenaikan gaji. Royal Mail menaikkan upah 2%, sementara inflasi Inggris mendekati 10%.

Tingginya inflasi di Inggris ditengarai sebagai dampak dari perang Rusia dan Ukraina. Perang ini di antaranya mendorong harga energi, yang kemudian berdampak pada inflasi.

Sementara, SPBU di Prancis dikabarkan kehabisan pasokan bahan bakar. Seperti dikutip dari CNN, Menteri Energi Prancis, Agnes Pannier-Runacher mengungkapkan hampir sepertiga SPBU mengalami kelangkaan BBM.

Sebelumnya kantor perdana menteri Prancis menyebut sempat terjadi antrean panjang akibat kepanikan dan ludesnya stok BBM di sejumlah SPBU. Perusahaan BBM di Prancis telah menyuplai 30-50% pasokan BBM pekan ini.

Seorang sumber di lingkungan kantor perdana menteri dan kementerian energi menyebutkan permintaan BBM naik hingga 20%, lebih tinggi dibandingkan periode normal.

Menyusul kemudian adanya gelombang aksi mogok kerja secara nasional oleh serikat pekerja Prancis. Hal itu menyebabkan gangguan transportasi massal dan berdampaknya layanan pendidikan. Lalu lintas kereta regional dan antar kota terputus hampir setengahnya.

Serikat pekerja Prancis menyerukan aksi mogok nasional hingga memperluas pemogokan kilang selama berminggu-minggu menyebabkan kekurangan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di SPBU. Pekerja, yang sekarang termasuk guru, menuntut gaji lebih tinggi di tengah meningkatnya biaya hidup.

Kementerian Pendidikan Prancis menyebut hampir 10% guru sekolah menengah mogok pada Selasa (18/10). Sedangkan raksasa nuklir Prancis EDF menyebut lebih dari 16% pekerjanya mogok, hal ini menyebabkan pekerjaan pemeliharaan reaktor menjadi tertunda.

Bersamaan dengan tuntutan upah, para pekerja mempertahankan hak mogok mereka karena marah dengan keputusan pemerintah yang memaksa beberapa karyawan kilang bekerja untuk memulihkan pasokan BBM.

"Keputusan pemerintah mengancam beberapa pekerja kilang dengan denda dan tuntutan pidana jika mereka menolak untuk bekerja telah menjadi pendorong utama aksi mogok lebih luas. Para pekerja menganggap langkah tersebut sebagai ancaman terhadap hak konstitusional mereka untuk melakukan protes," bunyi pemberitaan CNN.(*)