Masih Tuai Kontroversi, Indosiar Hentikan Sementara Sinetron Zahra

  • Whatsapp
sinetron zahra
Sinetron Zahra. (Tangkap layar vidio.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sinetron Suara Hati Istri – Zahra masih menuai banyak kontroversi setelah warganet membongkar identitas lakon Zahra, sang istri ketiga, diperankan oleh aktris di bawah umur.

Setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan pertemuan dengan Mega Kreasi Film (MKF) selaku rumah produksi dan pihak Indosiar, Kamis (3/6), akhirnya diputuskan sinetron Zahra akan dihentikan sementara.

Baca Juga

Pertemuan dilakukan setelah KPI menerima aduan masyarakat atas dugaan sinetron Zahra melanggar prinsip perlindungan terhadap kepentingan anak dan perempuan.

BACA JUGA: Dinilai Kampanyekan Pedofil, Indosiar Akan Ganti Pemeran Zahra-Suara Hati Istri

Aduan itu juga mencakup muatan cerita yang sarat kekerasan dalam rumah tangga dan romantisme suami istri berlebihan.

Dalam pertemuan itu, KPI menilai sinetron Suara Hati Istri memiliki muatan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI. Dengan demikian, KPI meminta evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

KPI meminta evaluasi menyeluruh, mulai dari jalan cerita dan kesesuaiannya dengan klasifikasi program siaran yang telah ditentukan, serta penggunaan artis berusia 15 tahun untuk peran istri ketiga.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Program Indosiar, Harsiwi Ahmad menyetujui penghentian sementara sinetron Zahra. Sembari memberi kesempatan bagi rumah produksi untuk menyusun alur cerita lanjutan.

“Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya,” kata Harsiwi Ahmad dikutip dalam keterangan resmi di laman KPI.

Pihaknya juga menyatakan akan mengganti pemeran Zahra dan mengubah jalan cerita sinetron Suara Hati Istri. Termasuk meniadakan adegan sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga yang dikeluhkan masyarakat.

“Sehingga dapat memenuhi kepantasan usia atas peran yang diberikan dan alur cerita yang sesuai dengan jam penayangan,” kata Harsiwi.

Polemik sinetron Suara Hati Istri – Zahra ini bermula ketika warganet mengetahui karakter Zahra diperankan aktris muda, Lea Ciarachel, yang diduga masih berusia 15 tahun.

Dalam sinetron itu, ia berperan menjadi istri ketiga dari pria bernama Tirta, yang diperankan oleh aktor Panji Saputra. Tirta dikisahkan sebagai pria berusia 40 tahun dengan tiga istri.

Warganet pun ramai mengkritik adegan Zahra dan Pak Tirta di atas ranjang karena perbedaan usia yang sangat jauh.

Banyak warganet menilai adegan dan sinetron itu seolah menormalisasi paedofilia.

Bahkan muncul petisi bertajuk “Hentikan Siaran ‘Suara Hati Istri’ karena mempromosikan pedophilia” di laman change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 63 ribu orang per Jumat (4/6) pagi.

BACA JUGA: Begini Kata Nuning Rodiah soal Kontroversi Remaja Perankan Istri Ketiga di Sinetron Suara Hati Zahra

Di hari yang sama, rumah produksi Mega Kreasi Film (MKF) dan Indosiar resmi mengganti pemeran Zahra dalam Suara Hati Istri.

Dalam unggahan di media sosial dan YouTube, Kamis (3/6) malam, MKF menampilkan cuplikan babak baru karakter Zahra.

Zahra dikisahkan mengalami kecelakaan. Mobil yang ia kendarai masuk jurang hingga ia harus menjalani operasi medis, termasuk operasi wajah.

Ketika perban dibuka, wajahnya jauh berbeda dibanding sebelumnya. Kali ini, pemeran Zahra adalah aktris 23 tahun bernama Hanna Kirana.(lna)