Begini Kata Gibran, Sritex dan PDIP Terkait Skandal Dana Bansos

  • Whatsapp
PDIP terkait
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 9 Desember 2020. ANTARA/Mohammad Ayudha
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SOLO – Nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, terseret skandal korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). PDIP dan juga PT Sritex yang juga ikut terseret bersama Gibran akhirnya buka suara memberikan pernyataan.

BACA JUGA : KPK Periksa Mensos Juliari Batubara, Terkait Dana Bansos Wilayah Jabodetabek – Nusadaily.com

Gibran disebut-sebut telah memberi rekomendasi PT Sritex ke Kemensos untuk memproduksi goodiebag atau tas wadah sembako. Di sisi lain, Mantan Mensos Juliari Batubara diisukan menggunakan uang korupsi untuk mendanai pemenangan pemilu calon kepala daerah.

1. PDIP Solo mengaku tak tahu
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak tahu soal dugaan korupsi hingga menyeret calon Wali Kota Solo yang dia usung. Dia menyebut dana kampanye selama ini adalah iuran kader.

Takona sing ngomong, aku ra mudheng (tanya yang ngomong, saya tidak tahu),” kata pria yang menjabat Wali Kota Solo itu, di Underpass Transito, Senin (21/12/2020).

“Saya nggak pernah minta biaya (kampanye) kok. Kaus saya bikin sendiri, dari iuran kader yang bertugas di eksekutif dan legislatif,” kata Rudy.

Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, mengatakan hal serupa. Memang ada sumbangan dari pihak lain, namun tak ada yang terkait Sritex atau Kemensos.

BACA JUGA : Pasca-OTT, KPU Wajib Bersih dari Korupsi – Noktahmerah.com

“Tidak ada (aliran dari Mensos dan Sritex),” kata Putut saat dihubungi, Senin (21/12).

2. Gibran Membantah


Gibran membantah ikut campur dalam urusan bansos. Dia juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengecek sumber dana kampanye atau harta pribadinya.

“Itu nggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan, memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Apalagi merekomendasikan goodiebag, nggak pernah seperti itu,” kata Gibran usai blusukan di kawasan Banjarsari, Senin (21/12/2020).

“Kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, korupsinya nggak dulu-dulu. Nggak saya nggak pernah seperti itu. Kalau pengin proyek ya proyek yang lebih gede, PLN, Pertamina, jalan tol itu nilainya triliunan. Saya nggak pernah seperti itu. Apalagi ikut campur seperti itu,” ujar dia.

“Bisa dicek sendiri, bisa dicek semua. LHKPN, dana kampanye, bisa dicek online. Silahkan dicek ke tim. Kita nggak pernah yang namanya ditutup-tutupi,” kata dia.

3. Gibran Tak Pernah Ketemu Juliari


Gibran mengaku mengenal mantan Mensos Juliari Batubara, namun dia tidak pernah bertemu. Dia juga mempertanyakan sumber informasi yang menyudutkan dirinya.

BACA JUGA : Ketua KPK Ancam Tuntut Berat Pelaku Korupsi Dana Bansos COVID-19 – Imperiumdaily.com

“Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekalipun. Belum pernah. Dan tidak pernah yang namanya saya ikut campur dalam masalah bansos ini. Apalagi rekomendasi goodiebag,” ujar dia, Senin (21/12/2020).

“Silakan nanti cek saja ke KPK, cek saja ke Sritex. Kalau ada buktinya sini, silakan dibuktikan. Nggak ada yang seperti itu. Itu berita-berita yang tidak benar, tidak ada buktinya. Sumbernya saya nggak tahu dari mana. Tapi saya nggak pernah ikut-ikutan seperti itu,” ujar dia.

4. Siap Ditangkap Kalau Bersalah
Gibran merasa siap jika harus ditangkap. Namun tentu harus ada bukti jika dirinya bersalah.

“Ya tangkap aja kalau salah. Tangkap aja kalau ada buktinya. Tidak pernah ikut-ikut. Tidak pernah ada yang namanya merekomendasikan, memerintah atau apapun itu,” ujar Gibran, Senin (21/12/2020).

5. Sritex Dapat Pesanan April
Head of Corporate Communication PT Sritex, Joy Citradewi, mengatakan Kemensos memesan tas pada April 2020. Dia menyebut tak ada yang melanggar aturan dalam pemesanan itu.

“Pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas ‘goodiebag‘ pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Joy dalam keterangan tertulis, Senin (21/12).

Joy juga menampik kabar yang menyebut adanya keterlibatan Gibran dalam proses pengadaan tas bansos itu. Bahkan pihaknya mengaku tidak berkomunikasi dengan Gibran terkait hal itu.

“Berita keterlibatan saudara Gibran Rakabuming Raka dalam pengadaan ini tidak benar. Kami tidak pernah membuka komunikasi apapun dengan saudara Gibran Rakabuming Raka terkait pengadaan ini,” katanya.(han)

NUSADAILY.COM – SOLO – Nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, terseret skandal korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). PDIP dan juga PT Sritex yang juga ikut terseret bersama Gibran akhirnya buka suara memberikan pernyataan.

Gibran disebut-sebut telah memberi rekomendasi PT Sritex ke Kemensos untuk memproduksi goodiebag atau tas wadah sembako. Di sisi lain, Mantan Mensos Juliari Batubara diisukan menggunakan uang korupsi untuk mendanai pemenangan pemilu calon kepala daerah.

1. PDIP Solo mengaku tak tahu
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak tahu soal dugaan korupsi hingga menyeret calon Wali Kota Solo yang dia usung. Dia menyebut dana kampanye selama ini adalah iuran kader.

Takona sing ngomong, aku ra mudheng (tanya yang ngomong, saya tidak tahu),” kata pria yang menjabat Wali Kota Solo itu, di Underpass Transito, Senin (21/12/2020).

“Saya nggak pernah minta biaya (kampanye) kok. Kaus saya bikin sendiri, dari iuran kader yang bertugas di eksekutif dan legislatif,” kata Rudy.

Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, mengatakan hal serupa. Memang ada sumbangan dari pihak lain, namun tak ada yang terkait Sritex atau Kemensos.

“Tidak ada (aliran dari Mensos dan Sritex),” kata Putut saat dihubungi, Senin (21/12).

2. Gibran Membantah


Gibran membantah ikut campur dalam urusan bansos. Dia juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengecek sumber dana kampanye atau harta pribadinya.

“Itu nggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan, memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Apalagi merekomendasikan goodiebag, nggak pernah seperti itu,” kata Gibran usai blusukan di kawasan Banjarsari, Senin (21/12/2020).

“Kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, korupsinya nggak dulu-dulu. Nggak saya nggak pernah seperti itu. Kalau pengin proyek ya proyek yang lebih gede, PLN, Pertamina, jalan tol itu nilainya triliunan. Saya nggak pernah seperti itu. Apalagi ikut campur seperti itu,” ujar dia.

“Bisa dicek sendiri, bisa dicek semua. LHKPN, dana kampanye, bisa dicek online. Silahkan dicek ke tim. Kita nggak pernah yang namanya ditutup-tutupi,” kata dia.

3. Gibran Tak Pernah Ketemu Juliari


Gibran mengaku mengenal mantan Mensos Juliari Batubara, namun dia tidak pernah bertemu. Dia juga mempertanyakan sumber informasi yang menyudutkan dirinya.

“Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekalipun. Belum pernah. Dan tidak pernah yang namanya saya ikut campur dalam masalah bansos ini. Apalagi rekomendasi goodiebag,” ujar dia, Senin (21/12/2020).

“Silakan nanti cek saja ke KPK, cek saja ke Sritex. Kalau ada buktinya sini, silakan dibuktikan. Nggak ada yang seperti itu. Itu berita-berita yang tidak benar, tidak ada buktinya. Sumbernya saya nggak tahu dari mana. Tapi saya nggak pernah ikut-ikutan seperti itu,” ujar dia.

4. Siap Ditangkap Kalau Bersalah
Gibran merasa siap jika harus ditangkap. Namun tentu harus ada bukti jika dirinya bersalah.

“Ya tangkap aja kalau salah. Tangkap aja kalau ada buktinya. Tidak pernah ikut-ikut. Tidak pernah ada yang namanya merekomendasikan, memerintah atau apapun itu,” ujar Gibran, Senin (21/12/2020).

5. Sritex Dapat Pesanan April
Head of Corporate Communication PT Sritex, Joy Citradewi, mengatakan Kemensos memesan tas pada April 2020. Dia menyebut tak ada yang melanggar aturan dalam pemesanan itu.

“Pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas ‘goodiebag‘ pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Joy dalam keterangan tertulis, Senin (21/12).

Joy juga menampik kabar yang menyebut adanya keterlibatan Gibran dalam proses pengadaan tas bansos itu. Bahkan pihaknya mengaku tidak berkomunikasi dengan Gibran terkait hal itu.

“Berita keterlibatan saudara Gibran Rakabuming Raka dalam pengadaan ini tidak benar. Kami tidak pernah membuka komunikasi apapun dengan saudara Gibran Rakabuming Raka terkait pengadaan ini,” katanya.(han)