Ekonomi Jatim Bangkit, PDRB Jatim Triwulan ke-3 Naik 2,15 Persen

Di Jatim secara kumulatif pertumbuhan Ekonomi dari periode Januari-September 2022 tercatat sebesar 5,53% (c to c) yang juga lebih tinggi daripada capaian nasional 5,4% (c to c).

Ekonomi Jatim Bangkit, PDRB Jatim Triwulan ke-3 Naik 2,15 Persen
Kepala BPS Jatin Dadang Hardiwan. (istimewa)

NUSADAILY.COM - SURABAYA - Data di Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi triwulan ke-3 di 2022 Provinsi Jatim mencatatkan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) triwulanan sebesar 2,15% (q to q) lebih tinggi dari Nasional sebesar 1,81% (q to q).

Produk Domestik Regional Bruto adalah jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah tersebut.

Di Jatim secara kumulatif pertumbuhan Ekonomi dari periode Januari-September 2022 tercatat sebesar 5,53% (c to c) yang juga lebih tinggi daripada capaian nasional 5,4% (c to c).

BACA JUGA: Sandiaga Buka Suara soal Jamuan Makan Malam KTT G20: Memperlihatkan...

Sementara lapangan usaha Jatim yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di pulau Jawa, konstruksi  tumbuh 6,20% (q to q) dan real estate tumbuh 5,30% (q to q) diiringi dengan lapangan usaha lain yang tumbuh.

Salah satu catatan yang menarik adalah PDRB tanpa Migas Jatim tumbuh sebesar 6,13% tercatat tertinggi diantara provinsi se pulau Jawa.

Di tengah melesatnya sektor ekonomi non migas di Jatim, beberapa gangguan produksi yang terjadi di salah satu operator migas utama berkontribusi kepada kontraksi sektor migas.

Hal ini menyebabkan secara agregat, pertumbuhan year on year PDRB include migas di Jatim Triwulan ke-3 berada di angka 5,58 persen.

Kepala BPS Jatin Dadang Hardiwan, mengatakan, pertumbuhan sektor industri pengolahan di Jatim tercatat terbesar kedua (5,60%) setelah Jabar (6,90%).

"Sedangkan untuk sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil juga tercatat terbesar kedua (8,10%) setelah DKI Jakarta (9,65%)," terangnya.

Ekonomi Jatim Bangkit, Pengangguran Terbuka Turun

Kata Hardiwan, kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim yang signifikan juga berdampak pada perluasan serapan tenaga kerja Jatim.

Meskipun secara kumulatif penduduk usia kerja bertambah 0,22 juta orang, namun hal ini diiringi dengan peningkatan Angkatan Kerja (AK) sebesar 0,55 juta orang serta menurunnya Bukan Angkatan Kerja (BAK) sebesar 0,33 juta orang.

BACA JUGA: KTT G20 Ke-17 Fokus Pada Pemulihan Ekonomi, Kesehatan dan Perubahan Iklim

"BPS mencatat bahwa pada bulan Agustus 2022 jumlah penduduk yang bekerja meningkat 0,58 juta orang sedangkan pengangguran turun sebesar 25,68 ribu jiwa," ujarnya.

Sehingga terjadi penurunan TPT Jatim dari 5,74 di bulan Agustus 2021 menjadi 5,49 di bulan Agustus 2022.

Penurunan TPT Jatim diharapkan dapat menjadi oasis di tengah isu badai PHK massal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Grahadi, mengatakan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi jalan menuju kemudahan menapaki ancaman krisis global.

"Tentunya hal ini patut disyukuri bahwa ekosistem ekonomi kerakyatan Jawa Timur terbukti resilien terhadap krisis," tegasnya.(*/lna)