Duh! Seorang Ibu dan Anak di Gunungkidul Tertimbun Longsor

Sunaryanta mengatakan telah meninjau jembatan putus akibat bencana hidrometeorologi di Padukuhan Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin. Ia mengatakan segera melakukan koordinasi untuk perbaikan infrastruktur jembatan itu. Bersama BPBD, Sunaryanta juga memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Semin, Ngawen, dan Nglipar.

Duh! Seorang Ibu dan Anak di Gunungkidul Tertimbun Longsor
ilustrasi petugas evakuasi korban longsor

NUSADAILY.COM – GUNUNGKIDUL – Seorang ibu dan anak dua warga di Dusun Blembem, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih tertimbun longsor.
 
"Informasi dari petugas ada dua anggota keluarga yang merupakan anak dan ibu tertimbun material longsor," kata Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Minggu, 20 November 2022. 
 
Karso, 90, dan Karni merupakan warga yang tertimbun. Karni sempat menyelamatkan anggota keluarganya yang lain. Saat Karni berniat membawa Karso keluar rumah, namun keduanya malah tertimbun material longsoran. 


Dalam kondisi itu, Sunaryanto telah berkoordinasi dengan BPBD, SAR, dan relawan untuk evakuasi. Selain itu, pihaknya memastikan warga yang mengungsi sementara bisa tercukupi kebutuhan logistiknya. 
 
"Untuk sementara masyarakat yang berada di kawasan longsor kita evakuasi ke tempat yang paling aman," kata dia. 
 
Sunaryanta mengatakan telah meninjau jembatan putus akibat bencana hidrometeorologi di Padukuhan Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin. Ia mengatakan segera melakukan koordinasi untuk perbaikan infrastruktur jembatan itu.
 
Bersama BPBD, Sunaryanta juga memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Semin, Ngawen, dan Nglipar. 
 
"Saya mengimbau kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tetap hati-hati dan waspada, banjir bisa datang ketika hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya.
 
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, bencana hidrometeorologi berdampak di 5 kecamatan, menerjang 9 desa dan 57 dusun. Total ada 1.746 warga terdampak atau 400 kepala keluarga. 
 
"Akibat kejadian tersebut terdapat kerusakan jembatan 2 titik dengan kerusakan ringan. Akses jalan 2 titik dan fasilitas pendidikan 2 titik. Fasilitas umum rusak berat ada jembatan, akses jalan, pasar, dan jaringan air masing-masing 1 titik," jelas dia.(han)