Duh! Pembunuhan Perempuan Bertato, Jasad Dibuang ke Selokan

Seorang perempuan bertato 'Trust Love Him' ditemukan tak bernyawa di sebuah got di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Seorang perempuan bertato 'Trust Love Him' ditemukan tak bernyawa di sebuah got di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua orang tersangka pembunuhan terhadap korban yang diketahui bernama Jersy Sutanto. Kedua tersangka yakni H yang merupakan kekasih korban dan IK selaku sekuriti.

Tersangka H ditangkap di sebuah rumah kos kawasan Petamburan Jakarta Barat pada 16 Oktober. Sedangkan, IK diringkus pada 17 Oktober di kediamannya di Kemayoran Jakarta Pusat.

BACA JUGA : Polisi Tangkap Pembunuhan Jersy Sutanto, Tersangka Merupakan Pacar dan Sekuriti

"Peran H eksekutor selanjutnya membuang jasad korban di selokan, sedangkan peran IK alias Tomi membantu membuang jasad korban," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya, Kamis (27/10).

Hengki menerangkan pembunuhan ini bermula pada 13 Oktober, saat tersangka H menelepon tersangka IK dan memintanya datang ke apartemennya untuk membantu mengantar korban yang sedang sakit.

"(Tersangka IK) tiba di unit apartemen kemudian mencium bau busuk dan melihat mayat seorang wanita di atas kasur dengan muka tertutup handuk," ujarnya.

H lalu mengaku kepada IK bahwa dirinya telah menghabisi nyawa korban. Setelahnya, H meminta IK untuk membantu membuang jasad korban.

BACA JUGA : Ferdy Sambo soal Kasus Pembunuhan Yosua: Saya Lakukan Ini karena Cinta Istri

H pun mengiming-imingi tersangka IK dengan imbalan uang sebesar Rp10 juta. Akhirnya, IK pun menyetujui permintaan H.

"Tersangka H dan IK membawa jasad korban dengan cara digotong berdua ke parkiran melalui pintu exit atau tangga darurat," ucap Hengki.

Setelah berhasil turun ke lantai dasar, jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil. Kedua tersangka kemudian sempat berkeliling mencari lokasi untuk membuang jasad korban hingga akhirnya memilih got yang ada di Jalan Gunung Sahari.

"Memutuskan untuk membuang jasad korban di got atau saluran air di Jalan Gunung Sahari 7A, Jakarta Pusat. Selanjutnya para tersangka meninggalkan lokasi," tutur Hengki.(lal)