Duh! Pastor Gereja di Nigeria Dibakar Hidup-hidup dan 5 Jemaat Diculik

Kepolisian Nigeria melaporkan bahwa sekelompok "bandit" membakar kediaman seorang pastor bernama Isaac Achi di Desa Kafin-Koro sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Duh! Pastor Gereja di Nigeria Dibakar Hidup-hidup dan 5 Jemaat Diculik
Ilustrasi. Sekelompok orang membakar seorang pastor gereja Katolik di Nigeria pada Minggu (15/1). Di hari yang sama, lima jemaat diculik dari gereja lainnya di Nigeria. (iStock/Kesu01)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sekelompok orang bersenjata membakar seorang pastor salah satu gereja Katolik di Nigeria, Minggu (15/1). Di hari yang sama, lima jemaat diculik dari lokasi lainnya.

Kepolisian Nigeria melaporkan bahwa sekelompok "bandit" membakar kediaman seorang pastor bernama Isaac Achi di Desa Kafin-Koro sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Karena masih berada di dalam rumah, Achi terbakar hidup-hidup hingga tewas.

Menurut juru bicara kepolisian, para bandit itu melakukan pembakaran setelah gagal masuk ke dalam rumah Achi.

BACA JUGA : Ngeri! Ini Cerita Dusun Puncak Manik yang Ditinggal Seluruh...

Ketika berupaya kabur dari lokasi, para pelaku menembak dan melukai seorang pastor lainnya yang teridentifikasi sebagai Collins.

"Jasad Isaac ditemukan sementara Collins dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan," ujar jubir kepolisian tersebut, seperti dikutip AFP.

Beberapa jam kemudian, terjadi penyerangan lain di rumah seorang warga Kristen di Desa Tsauni. Para pelaku menculik lima orang dari rumah itu yang sedang bersiap kebaktian di gereja terdekat.

"Para teroris menculik lima orang dari rumah, menembak seorang pendeta, kemudian kabur dengan lima orang yang diculik," tutur juru bicara kepolisian setempat, Gambo Isa.

BACA JUGA : Pembatas Laki-laki dan Perempuan di Masjid Magelang Dibakar,...

Isa mengatakan pendeta yang menjadi korban itu kini sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Penculikan memang biasa terjadi di Nigeria. Pada Desember 2020 lalu, kelompok bandit di Nigeria menculik lebih dari 300 siswa dari satu sekolah di Kankara.

Para korban akhirnya dibebaskan setelah pelaku berbicara dengan pejabat pemerintahan.

Kelompok-kelompok bandit itu biasanya melancarkan aksinya untuk menuntut tebusan. Namun, ada pula yang melakukan penculikan karena terikat dengan kelompok teroris.(lal)