Duh duh duh Rusia Makin Mesra dengan Sekutunya Bikin AS ketar-ketir

Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan bahwa Pyongyang secara diam-diam memasok sejumlah besar peluru artileri untuk membantu perang Rusia di Ukraina.

Duh duh duh Rusia Makin Mesra dengan Sekutunya Bikin AS ketar-ketir

NUSADAILY.COM – MOSKOW - Presiden Amerika Serikat Joe Biden semakin gelisah dan terlihat mulai ketakutan lantaran sejumlah negara sekutu Rusia semakin bertambah.

Hubungan Rusia dengan negara-negara ini pun semakin kuat sejak invasi Moskow ke Ukraina berlangsung Februari lalu.

Korea Utara diduga bergabung dengan Iran untuk memasok senjata ke Rusia demi mencapai tujuan mereka.

Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan bahwa Pyongyang secara diam-diam memasok sejumlah besar peluru artileri untuk membantu perang Rusia di Ukraina.

"(Pyongyang) secara diam-diam memasok sejumlah besar peluru artileri untuk perang Rusia di Ukraina, sambil menggelapkan pengiriman dan membuatnya tampak seperti akan dikirim ke negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara," kata Kirby, seperti dikutip News Week, Kamis (3/11).

Kirby juga mengatakan Iran telah mengirimkan pesawat tanpa awak atau drone ke Rusia dan kemungkinan saat ini juga tengah dalam proses mengirim rudal untuk menyokong perang di Ukraina.

Berikut empat negara yang kian dekat dengan Rusia sejak invasi ke Ukraina berlangsung:

1. Korea Utara
Korea Utara merupakan salah satu sekutu Rusia di Asia Timur.

Meski sejumlah negara Barat menolak mendekatkan diri dengan Rusia, Korut memutuskan menjalin relasi yang lebih kuat dengan Rusia, dikutip dari Reuters.

Ini tampak ketika Putin menyampaikan kepada Kim Jong Un bahwa kedua negara bakal memperluas hubungan bilateral mereka dengan upaya bersama.

Dalam surat yang dikirim Putin ke Kim, Rusia menilai kedekatan kedua negara merupakan kepentingan nasional keduanya, termasuk membantu memperkuat keamanan dan stabilitas Semenanjung Korea.

Rezim Kim Jong Un juga beberapa kali menegaskan dukungannya terhadap langkah Rusia menginvasi Ukraina.

Kim Jong Un juga mendukung kuat pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia baru-baru ini.

2. China
China juga merupakan salah satu negara yang menjadi sekutu Rusia di Asia Timur.
Meski keduanya tak memiliki kesepakatan formal, keduanya saling mendukung keputusan satu sama lain dalam isu Ukraina atau Taiwan.

SebagaimanadilaporkanCFR, kedua negara menyebut satu sama lain sebagai mitra strategis dan berhubungan dekat dengan satu sama lain.

Beberapa hari sebelum Putin melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina, Putin dan Presiden China Xi Jinping menegaskan kemitraan kedua negara tak memiliki batasan.

Keduanya juga sepakat memperdalam kerja sama China dan Rusia dari berbagai aspek.

Tak hanya itu, Xi dan Putin dikabarkan memiliki hubungan personal yang dekat. Mereka disebut-sebut sudah bertemu lebih dari 40 kali sejak 2012.

Selain itu, China juga menjadi satu dari segelintir negara yang sampai saat ini tidak mengutuk dan mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

China juga tidak emnjatuhkan sanksi seperti negara Barat terhadap Rusia akibat invasi. Meski begitu, China terus mendorong agar Rusia dan Ukraina dapat menyelesaikan konflik di meja perundingan.

3. Iran
Relasi Iran dan Rusia belakangan terus mendekat. Sejumlah laporan intelijen menuturkan Rusia terus mendekatkan diri pada Iran terutama soal pasokan senjata lantaran Moskow terkena sanksi yang membuat langkahnya terbatas untuk memperoleh dan membeli senjata di tengah situasi perang dengan Ukraina.

Selain memasok drone dan senjata lainnya, AS bahkan menuding Iran telah mengirim pasukannya ke Crimea untuk membantu pasukan Rusia melancarkan gempuran ke Ukraina.

Washington menilai Iran telah mengirim sekelompok pasukannya untuk membantu Rusia melancarkan serangan menggunakan drone buatannya.

AS menuding Iran telah mengirimkan pasukan pelatih dan pekerja dukungan teknis ke Crimea untuk membantu Rusia mengemudikan drone Teherandalam serangannya yang telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur Ukraina.

4. Belarus
Belarus telah lama menjadi sekutu Rusia. Negara yang bebratasan dengan Ukraina itu juga kerap menjadi basis pasukan Rusia.

Beberapa waktu sebelum invasi berlangsung di Ukraina, Rusia disebut menempatkan sejumlah pasukannya di Belarus.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan negaranya turut berpartisipasi dalam perang Rusia-Ukraina. Namun, partisipasi itu bukanlah partisipasi militer aktif atau pengerahan pasukan.

Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Belarusmengatakan angkatan bersenjatanya akan menggelar latihan tembak-menembak langsung dan peluncuran rudal anti-pesawat bersama dengan pasukan Rusia.

Latihan perang ini dilakukan Belarus dan Rusia untuk memantapkan kekompakan dalam pengelompokan bersama kedua pasukan ketika invasi Moskow ke Ukrainakembali memanas, kantor berita Interfax melaporkan pada Senin (17/10).

Sejumlah pihak bahkan menilai perang Rusia vs Ukraina yang telah berlangsung hampir delapan bulan telah memasuki fase baru.(han)