Duh! Dua PM Inggris Mundur dalam Rentang Tiga Bulan

Ia sempat meminta maaf atas kesalahan kebijakannya yang menyebabkan banyak investor kabur sehingga krisis ekonomi kian buruk di tengah ancaman resesi.

NUSADAILY.COM – LONDON - Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, mengundurkan diri, Kamis (20/10). Dengan demikian, Inggris mengalami pergantian dua PM hanya dalam kurun tiga bulan.

"Mengingat kesulitan saat ini, saya tak bisa menerima mandat itu [perdana menteri]. Saya akan menemui raja" kata Truss, seperti dikutip Reuters.

Truss mundur di tengah desakan publik karena berbagai krisis yang masih terus mencekik Inggris setelah ia berkuasa.

Ia sempat meminta maaf atas kesalahan kebijakannya yang menyebabkan banyak investor kabur sehingga krisis ekonomi kian buruk di tengah ancaman resesi.

Umumkan Mundur Usai 45 Hari Menjabat
Baru-baru ini, Truss memang menerapkan sejumlah kebijakan ekonomi yang cukup kontroversial bagi para elite Inggris.

Pada 23 September lalu, misalnya, Truss mengumumkan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang stagnan selama beberapa tahun terakhir.

Strategi itu mencakup pemangkasan tarif pajak hingga 45 persen dan meningkatkan pinjaman pemerintah.

Bank Sentral Inggris sampai-sampai harus melakukan intervensi untuk mencegah dana pensiun terseret dalam kekacauan tersebut.

Ketika desakan publik kian besar, Truss akhirnya mengumumkan pengunduran diri. Namun, ia masih akan memimpin Inggris hingga penggantinya terpilih dalam pemilu pekan depan.

Sebelum Truss mengundurkan diri, Menteri Dalam Negeri Inggris, Suella Braverman, mengkritik Truss habis-habisan soal kebijakan ekonomi sang PM yang dianggap memperburuk krisis.

Tak lama setelah melancarkan kritik, Braverman mengundurkan diri.

"Saya khawatir soal arah pemerintah saat ini. Kami tak hanya melanggar janji utama terhadap para pemilih kami, saya juga khawatir soal komitmen pemerintah saat ini," kata Braverman.

PM sebelum Truss, Boris Johnson, juga mengundurkan diri usai puluhan pejabatnya mundur karena muak dengan sikap dan kebijakan dia.

Johnson pernah terlibat sejumlah skandal yang menyebabkan ia ditendang dari kursi PM.

Skandal itu mencakup pelanggaran pembatasan Covid-19, pemborosan anggaran, dan memilih pelaku pelecehan seksual sebagai pejabat di pemerintahannya.(han)