Duh! Bayi 9 Bulan di Jerman Overdosis Parasetamol Akibat Kelalaian Perawat Klinik

Bayi berusia sembilan bulan dari kota Kassel, negara bagian Hessen, Jerman dalam perawatan intensif, kondisinya kritis diduga overdosis.

Duh! Bayi 9 Bulan di Jerman Overdosis Parasetamol Akibat Kelalaian Perawat Klinik
Ilustrasi parasetamol untuk bayi. (Getty Images)

NUSADAILY.COM – KASSEL – Kepolisian Jerman mengkonfirmasi kecurigaan bayi berusia sembilan bulan menderita overdosis akibat pemberian parasetamol berlebihan oleh perawat.

Putra dari pria bernama Dogan Kayacan dirawat di sebuah klinik di kota Kassel beberapa hari yang lalu karena infeksi virus RSV yang menyebabkan gejala pilek dan demam tinggi pada bayi dan anak kecil.

BACA JUGA : Kemenkes Inggris Periksa Seorang Pasien yang Diduga Terinfeksi...

Ilustrasi pemberian obat sirup ke anak.(ScltlanaMartyn/Thlnkstock)

Bayi berusia sembilan bulan itu sekarang dama perawatan intensif, kondisinya kritis, jelas sang ayah seperti dilansir Merkur.de.

Namun, alasannya bukanlah infeksi virus, tetapi keracunan akibat overdosis parasetamol, yang digunakan untuk menurunkan demam.

Sehari sebelumnya, bayi yang terbaring di bangsal dokter anak di sebuah klinik di kota Kassel, tiba-tiba menjadi jauh lebih buruk, kata Dogan Kayacan. Bayi itu hampir tidak bisa bernapas.

“Para perawat sedang berbicara, istri saya dan saya mendengar seorang berkata, ‘Anda memberi 100 mililiter?’ Kemudian mereka meninggalkan ruangan, yang menurut kami aneh,” kaya sang ayah tersebut.

Dia dan istrinya pergi mencari tahu, dan mereka menemukan sebotol parasetamol kosong di tempat sampah, yang isinya dikatakan telah diberikan ke bayi berusia sembilan bulan itu tidak lama sebelumnya.

BACA JUGA : Ngeri!! Turis Ini Hampir Jatuh Saat Mengambil Foto di Kawah Ijen

Pada botol tertulis, 100 mililiter cairan mengandung 1000 miligram parasetamol, hanya cocok untuk pasien dengan berat lebih dari 33 kilogram. Putra Dogan Kayacan memiliki berat 9,5 kilogram, seperti dilansir hna.de.

Pasangan itu memanggil dokter, tapi seseorang baru datang dua jam kemudian. “Saya merasa semua orang ingin mengabaikannya,” kata Kayacan.

40 menit kemudian, bayi itu muntah dan kondisinya perlahan mulai sedikit membaik, menurut sang ayah.

Karena putus asa, Dogan Kayacan melaporkan kejadian kepada polisi. Perawat mengakui kesalahannya kepada dua petugas polisi dan memastikan bahwa jumlah parasetamol yang diberikan adalah overdosis.

Bayi berusia sembilan bulan itu kini telah dipindahkan ke unit perawatan intensif karena kondisinya yang terus memburuk, menurut Dogan Kayacan, seperti dilaporkan Merkur.de.

Kayacan dan istrinya telah mengajukan tuntutan pidana terhadap perawat yang memberi obat secara overdosis tersebut. Kepolisian kota Kassel kini sedang melakukan penyelidikan atas dugaan kelalaian seorang perawat klinik. (jrm1)