Dua Relawan Warga Inggris Ditemukan Tewas di Ukraina Saat Lakukan Evakuasi

Kedua warga Inggris itu yakni Chris Parry (28) dan Andrew Bagshaw (48). Keduanya disebut meninggal saat melakukan pekerjaan sukarela di Soledar, di wilayah Donetsk Ukraina.

Dua Relawan Warga Inggris Ditemukan Tewas di Ukraina Saat Lakukan Evakuasi
Perang di Ukraina

NUSADAILY.COM – UKRAINA - Dua warga Inggris ditemukan tewas di Ukraina. Mereka merupakan merupakan relawan atau pekerja kemanusiaan yang dikirim untuk melakukan evakuasi kemanusiaan di kota yang tengah di landa perang di Ukraina.

Dilansir AFP, Rabu (25/1/2023), kedua warga Inggris itu yakni Chris Parry (28) dan Andrew Bagshaw (48). Keduanya disebut meninggal saat melakukan pekerjaan sukarela di Soledar, di wilayah Donetsk Ukraina.

BACA JUGA : Rusia Ancam NATO Terkait Perang Nuklir Bila Kalah di Ukraina

Kekhawatiran terkait kedua warga Inggris ini sempat meningkat setelah kepala kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, yang membantu menangkap Soledar dari pasukan Ukraina baru-baru ini, mengatakan pada 11 Januari bahwa salah satu mayat pria yang hilang telah ditemukan di sana. Wagner juga telah menerbitkan foto-foto online paspor yang tampaknya milik Parry dan Bagshaw, yang menurutnya ditemukan bersama mayat tersebut.

"Dengan sangat sedih kami harus mengumumkan bahwa Chrissy yang kami cintai telah terbunuh bersama rekannya Andrew Bagshaw saat berusaha melakukan evakuasi kemanusiaan dari Soledar," kata pernyataan keluarga tersebut.

"Tekadnya yang tanpa pamrih dalam membantu orang tua, muda, dan kurang beruntung di sana telah membuat kami dan keluarganya yang lebih besar sangat bangga," tambahnya.

BACA JUGA : Rizky Billar Belikan Lesti Tanah Seluas 1.300 Meter

Pihak keluarga mengatakan Chrissy sebelumnya bekerja sebagai insinyur perangkat lunak dan menyukai panjat tebing, bersepeda, berlari, dan terjun payung, dan selalu ingin berkeliling dunia. Namun, belakangan, dia tertarik untuk menjadi sukarelawan di Ukraina.

"Dia menemukan dirinya tertarik ke Ukraina pada bulan Maret di saat paling gelap di awal invasi Rusia dan membantu mereka yang paling membutuhkan, menyelamatkan lebih dari 400 nyawa ditambah banyak hewan terlantar," ucap keluarga itu.

"Tidak mungkin untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa dia akan dirindukan, tetapi dia akan selamanya ada di hati kami," imbuhnya. (ros)