Dua Aksi Dugaan Penculikan Anak di Yogyakarta dalam Sepekan Berhasil Digagalkan

Informasi soal dugaan aksi penculikan anak di Sleman mulanya tersebar lewat pesan WhatsApp, Selasa (31/1).

Dua Aksi Dugaan Penculikan Anak di Yogyakarta dalam Sepekan Berhasil Digagalkan
Foto ilustrasi penculikan.

NUSADAILY.COM - YOGYAKARTA - Aksi dugaan percobaan penculikan anak terjadi di wilayah Provinsi DI Yogyakarta yakni di Kabupaten Sleman dan di Kota Yogyakarta.

Informasi soal dugaan aksi penculikan anak di Sleman mulanya tersebar lewat pesan WhatsApp, Selasa (31/1). Isi pesan berantai itu menyebutkan soal 3 siswa SDN Tajem, Maguwoharjo, Depok, nyaris jadi korban penculikan.

Disebutkan, dua dari tiga siswa telah diberi tanda. Namun ketiganya sigap dan mengajak teman-temannya lari. Pesan itu juga berisi imbauan agar para orang tua menjemput putra-putrinya di sekolah tepat waktu.

Saat dikonfirmasi mengenai isi pesan berantai itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana membenarkannya. Pihaknya juga telah mengklarifikasi langsung kabar pesan berantai itu ke kepala SDN Tajem.

"Ya (benar), dari kepala sekolah tadi secara garis besarnya yang kami terima seperti itu. Tapi, kami meminta laporan detailnya," kata Ery saat dihubungi, Selasa.

Dari informasi yang dihimpun jajarannya, Ery mengatakan dugaan percobaan aksi penculikan itu terjadi pada hari Minggu (29/1) lalu. Tiga siswa itu, lanjutnya, sedang bermain dan bukan di lingkungan sekolah.

"Hari Minggu lagi main-main, didekati orang ada usaha penculikan. Tapi anaknya sigap, jadi digagalkan. Kebetulan itu anak SD tersebut," ungkapnya.

Ery menambahkan dari pihak sekolah sudah mengkomunikasikan ke dukuh, lurah, camat, dan polsek setempat. Dinas pendidikan sejauh ini masih menunggu laporan tertulis yang lebih mendetail.

"Lokasinya enggak tahu saya," katanya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Sleman mengimbau secara lisan agar sekolah lebih berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan terhadap para siswa, dan jalin komunikasi secara efektif kepada tiap wali murid.

Imbauan itu sendiri, kata Ery, mulai disampaikan usai marak kabar dugaan penculikan anak di wilayah DIY. Di satu sisi, ia memastikan bahwa belum ada laporan serupa terkait kasus ini dalam waktu yang berdekatan.

"Sekolah harus mengamankan anak-anak di sekolah. Kalau belum dijemput, ya harus diawasi di dalam sekolah dulu. Termasuk sekolah mengimbau ortu mengawasi anak ketika di luar sekolah," ujarnya.

Sementara Kapolsek Depok Timur Kompol Endar Isnianto mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa ini. Termasuk memintai keterangan dari para orangtua anak korban dugaan aksi penculikan.

"Baru cek kebenaran secara lengkap, belum selesai. Kami, dari kepolisian patroli dan sambang ke sekolah-sekolah. Imbauan kami kepada sekolah untuk memasang CCTV, serta minta waktu untuk menyampaikan kepada siswa agar hati-hati tak sembarang berinteraksi pada orang tak dikenal," katanya saat dihubungi.

Upaya penculikan anak di Mantrijeron Yogyakarta

Di Kota Yogyakarta, kejadian serupa pernah dilaporkan salah seorang orang tua anak yang tinggal di wilayah Kampung Danunegaran, Mantrijeron.

Orang tua korban, Susi Kartiningsih, menceritakan pada Senin (22/1) putrinya EHP yang berusia 9 tahun nyaris jadi korban penculikan oleh dua orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka adalah seorang laki-laki dan perempuan yang menunggang motor Kawasaki Ninja hijau secara berboncengan.

EHP, yang waktu itu bermain sendirian di depan rumah direkam menggunakan kamera ponsel pintar dan diminta mendekat ke arah dua OTK tadi. Hingga akhirnya bocah kelas 3 SD itu dikejar sampai teras depan rumah.

"Yang laki di motor, yang perempuan mengejar sampai depan rumah," kata Susi menceritakan kesaksian EHP saat ditemui, Rabu (25/1) lalu.

Saat di dalam rumah, EHP tak henti-hentinya menangis sampai gemetar. Susi kemudian menemani putrinya yang enggan keluar kamar. EHP bahkan ogah berangkat ke sekolah keesokan harinya.

Kala itu Susi menyebut anaknya tersebut masih trauma.

Saat peristiwa percobaan penculikan anaknya terjadi, kakek dari EHP sempat mencoba mengejar kedua orang tak dikenal tadi. Mereka langsung tancap gas ke arah barat menuju Jalan Parangtritis.

"Dia itu dengan santainya senyum ke bapak saya, pas dideketin langsung kabur lagi," tutur Susi keheranan.

Peristiwa ini setelahnya dilaporkan ke Polsek Mantrijeron. Keluarga berharap peristiwa ini segera diusut demi mengantisipasi segala bentuk tindak kriminal.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Mantrijeron Ipda Hariyanto mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Kendati demikian, jajarannya masih mendalaminya demi memastikan dugaan aksi percobaan penculikan anak tersebut.

"Terduga pelaku infonya masih simpang siur, karena untuk mengarah ke penculikan belum ada. Apakah orang itu berniat membuat konten atau apa (niatan lain)," ujar Hariyanto, Rabu lalu.

Hariyanto menambahkan, Polsek Mantrijeron tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan melakukan giat patroli.(lal)