Dokter Spesialis Anak Ungkap Penyebab Gagal Ginjal Akut Masih Misterius

Infeksi apapun pada anak bisa mengganggu fungsi ginjal mereka. Namun, dalam kasus ini, perburukan terjadi begitu cepat sehingga kebanyakan anak tak selamat

Dokter Spesialis Anak Ungkap Penyebab Gagal Ginjal Akut Masih Misterius
Ilustrasi gunjal/ Foto: likonplus.ru

NUSADAILY.COM – JAKARTA - dr Kurniawan Satria Denta seorang dokter spesialis anak mengungkap penyebab gagal ginjal akut masih misterius meskipun ditemukan obat yang diduga menjadi pemicunya, akibat cemaran melewati ambang batas etilen dan dietilen glikol

Menurutnya, infeksi apapun pada anak bisa mengganggu fungsi ginjal mereka. Namun, dalam kasus ini, perburukan terjadi begitu cepat sehingga kebanyakan anak tak selamat.

BACA JUGA: Antisipasi Penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bung Karna dan Forkopimda Sidak Apotek

"Iya pada dasarnya memang anak itu kalau sakit, apalagi sakit infeksi, apalgi punya riwayat gagal ginjal sebelumnya, memang itu sangat rentan sekali fungsi ginjalnya terganggu," ungkapnya dalam program e-Life detikcom (Jumat 21/10/2022)

"Sakit apapun itu infeksinya, mulai dari yang ringan-ringan ya infeksi kulit sampai batuk pilek ringan, sampai infeksi berat, pneumonia, COVID-19, semuanya bisa menyebabkan mengganggu fungsi ginjal," terang dia.

Dilansir dari detik.com, penyebab perburukan kasus gagal ginjal akut juga masih misteri. Pasalnya, beberapa anak dilaporkan memiliki infeksi berbeda.

BACA JUGA: Obat Gangguan Gagal Ginjal Akut Bakal Masuk Indonesia Hari Ini

Misalnya, sejumlah anak terinfeksi COVID-19, sementara yang lain tidak dilaporkan memiliki riwayat virus tersebut. Serupa dengan temuan konsumsi obat, meski beberapa anak mengonsumsi obat tercemar EG dan DEG, beberapa kasus lain dilaporkan tak ada riwayat konsumsi obat.

"Yang terjadi saat ini adalah yang pertama kejadiannya hampir relatif bersamaan di wilayah yang berbeda di Indonesia, perburukan sangat cepat kematian sangat cepat, kemarin beredar di sosial media beberapa kasus yang bahkan hari sebelumnya masih ada, selanjutnya sudah meninggal," terang dia.(ros)