Disdik Kabupaten Bogor Imbau Sekolah Tak Buat Kegiatan Outdoor Saat Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem sedang melanda kawasan Kabupaten Bogor dan sekitarnya belakangan ini. Empat siswa SMP asal Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), menjadi korban hanyut di Curug Kembar, Kabupaten Bogor.

Disdik Kabupaten Bogor Imbau Sekolah Tak Buat Kegiatan Outdoor Saat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi Cuaca Ekstrem

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor himbau sekolah-sekolah untuk tidak melaksanakan kegiatan luar ruangan. Hal itu untuk menjaga keselamatan murid di tengah cuaca ekstrem.

"Mengingat cuaca ekstrem sedang melanda Bogor dan sekitarnya seperti yang sedang terjadi saat ini, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP, untuk tidak melakukan kegiatan luar ruang (study tour, karya wisata, dan studi banding). Mengingat keselamatan peserta didik ketika di luar," kata pejabat Humas Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/10/2022).

BACA JUGA : BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Wilayah RI hingga 15 Oktober

Iqbal juga mengimbau kepada pihak sekolah untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai bahaya cuaca ekstrem. Serta menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat.

"Sekolah juga diimbau untuk menginfokan kepada peserta didik tentang bahaya cuaca ekstrem, serta menjaga kesehatan melalui pola hidup bersih dan sehat," paparnya.

Dilansir dari detik.com, cuaca ekstrem sedang melanda kawasan Kabupaten Bogor dan sekitarnya belakangan ini. Empat siswa SMP asal Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), menjadi korban hanyut di Curug Kembar, Kabupaten Bogor.

BACA JUGA : Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia, Hujan Lebat Diprediksi Terjadi 9-15 Oktober

Peristiwa empat siswa hanyut itu terjadi pada Rabu (12/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka saat itu sedang melaksanakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan.

Kemudian, para siswa melakukan hiking di kawasan Curug Kembar. Tiba-tiba aliran arus menjadi deras dan keempat korban hanyut terbawa arus.

"Saat melakukan tracking menyeberangi aliran Curug Kembar, tiba-tiba aliran arus deras dari hulu besar, sehingga keempat korban siswa-siswi terbawa arus dan hilang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Aris Nurjatmiko dalam keterangannya, Kamis (13/10).(ros)