Dinamika Pilkada! Cabup PDIP Daftar ke PKB, Pasangan Mas Iin-Abah Usman Kian Solid

“Bahasa populernya, masih dinamis. Dan semua yang saya lakukan, termasuk giat komunikasi politik, sepengetahuan DPC PDIP, Sidoarjo” kata Sugiono Adi Salam, Cakada PDIP yang daftar pula sebagai Cabup PKB.

Jun 11, 2024 - 10:15
Dinamika Pilkada! Cabup PDIP Daftar ke PKB, Pasangan Mas Iin-Abah Usman Kian Solid
Sugiono Adi Salam, sebagai Cabup PDIP juga PKB, sedangkan pasangan Mas Iin dengan Abah Usman semakin solid, dan terus mendapatkan dukungan berbagai pihak.

NUSADAILY.COM – SIDOARJO ; Konstelasi politik terkait Pilkada Sidoarjo 2024,  semakin mencair saja dengan segala dinamikanya. Bahkan terbaru adalah manuver politik Sugiono Adi Salam, berstatus sebagai calon kepada daerah (Cakada) PDIP, telah mendaftar pula sebagai calon bupati (Cabup) PKB.

Abdillah Nasih, Ketua Desk Pilkada Sidoarjo ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ada pendaftar baru Cabup PKB atas nama Sugiono Adi Salam. “Dari data yang kami terima kemarin, memang ada pendaftar baru melalui sistem on-line si-cakada dikelola oleh DPP dan DPW,” katanya, pada Selasa (11/6) pagi tadi

Lebih lanjut, Cak Nasih, sapaan sekretaris DPC PKB menjelaskan untuk pendaftaran offline melalui desk pilkada sudah ditutup. Namun pendaftaran sistem online masih dibuka hingga Agustus mendatang. "Jadi sekarang siapapun masih bisa mendaftar sebagai Cabup maupun Cawabup,” ujarnya.

Sejauh ini bursa cabup-cawabup PKB memang paling dinamis secara kualitas maupun kuantitas. Di antara pendaftar, terdapat nama Subandi, Ketua DPC PKB Sidoarjo dan H. Usman M.Kes, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo. Juga Ahmad Amir Aslichin, anggota DPRD Jatim serta Fandi Utomo, lalu pendaftar terbaru adalah Sugiono Adi Salam.

Ini sebuah indikasi bahwa PKB tetap terfavorit, atau masih menjadi pilihan utama bagi mereka untuk berkontestasi. Melalui partai ini dinilai memberikan peluang besar bisa memenangi pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo yang dihelat 27 Nopember 2024. Meski bagi PKB tidak lagi mudah menang,--seperti pilkada tahun sebelumnya.

Sehingga dituntut cermat betul berhitung, terutama menentukan pasangan benar-benar berdaya saing tinggi. Selain pentingnya mengukur tingkat elektabilitas sekaligus elektoralnya,--dengan didukung kekuatan jaringan di segala lini. Juga daya logistik sebagai kebutuhan elementer berkontestasi pesta demokrasi tersebut.

Terkait cabup yang berpeluang direkom, Cak Nasih mengatakan, sepenuhnya kewenangan DPP. “Sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP. Sehingga semua pendaftar cabup dan cawabup masih mempunyai peluang sama untuk mendapat rekom,” tegasnya.

Sementara itu, langkah Pak Gik, yang daftar sebagai Cabup PKB melahirkan berbagai spekulasi. Ada anggapan ini  sebuah manuver politik meningkatkan ‘bargaining’. Artinya,  dia sengaja daftar ke PKB agar mempunyai nilai tawar, sekaligus sebagai reserve jika perhitungannya ‘mbeleset’ di PDIP. Sehingga Pak Gik masih mempunyai kesempatan tetap  berkontestasi pada Pilkada melalui PKB,--apakah sebagai Cabup atau turun status menjadi Cawabup. 

Atau ini sebuah langkah awal membangun embrio menuju koalisi besar. Artinya dengan mendaftar ke PKB, dia bisa menjadi sebuah jembatan komunikasi politik antara PDIP dengan partai itu untuk bersama-sama mengusung satu paket Cakada. Apalagi konstelasi politik berkembang akhir-akhir ini, trutama menyikapi strategi politik dimainkan pasangan Subandi bersama Mimik Idayana. Mereka dianggap telah gagal membangun koalisi besar dengan calon tunggal, atau lawan bumbung kosong.  

Ketika dikonfirmasi, Pak Gik mengatakan saat ini konstelasi politik saat ini masih penuh ketidakpastikan. Artinya semua bisa saja terjadi, bahkan sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan, bisa terwujud atau sebaliknya.  “Bahasa populernya, masih dinamis,” ujarnya, seraya mengaku semua langkah politiknya telah dibicarakan dengan pengurus DPC PDIP Sidoarjo.

Sementara itu, Mas Iin, sapaan putra mantan Bupati Saiful Ilah yang santer berpeluang besar mendapat rekom sebagai Cabup, terus ‘menggebrak’. Sebagai keseriusan melaksanakan intruksinya  DPP PKB,--sebelumnya rekom diberikan, Mas Iin yang dipasangkan dengan Abah Usman, terus melakukan gerakan masif di lapangan.

Baliho berbagai ukuran sebagai media meningkatkan popularitas sekaligus elektabilitas terus ditebar di sudut-sudut kota maupun kawasan pedesaan di wilayah Sidoarjo. Di antaranya juga dipasang baliho dengan memanfaatkan media papan reklame berukuran besar dengan biaya yang tidak murah.

Seiring perkembangan peta politik, Mas Iin dengan Abah Usman, telah dipasangkan sebagai Cabup-Cawabup yang siap running ke Pilkada 2024. Versi pertama; Mas Iin sebagai Cabup dan Abah Usman sebagai Cawabupnya. Lalu versi kedua; Abah Usman sebagai Cabup dan Mas Iin sebagai Cawabupnya. Taglinenya; “Wolak Walik Podo Apik’e”.

Pemasangan dua  kader terbaik PKB berkhitmad ke NU itu terus mendapat dukungan berbagai pihak. Tidak hanya dari tokoh sekaligus warga nahdliyin, sebagai basis kekuatan PKB, juga dari berbagai komponen masyarakat Sidoarjo.

Termasuk dari kalangan Muhammadiyah Sidoarjo telah memberikan reaksi positif. Ini tidak lepas keluarga besarnya, terutama sosok H. Anwar yang merupakan kakek dari Mas Iin. Dia pernah menghibahkan sejumlah lahannya untuk kepentingan pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Sidoarjo. Sehingga majunya Mas Iin dengan Abah Usman, dinilai pasangan serasi sekaligus bisa menjadi 'kartu truf' bagi PKB agar kembali memenangkan Pilkada. (*/ful)