Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Petani di Magetan Pilih Akhiri Hidup

Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Petani di Magetan Pilih Akhiri Hidup
Seorang petani ditrmukan tewas gantung diri di pohon lempir desa Pacalan Plaosan Magetan.

NUSADAILY.COM - MAGETAN - Warga desa Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur digegerkan oleh penemuan seorang petani di persawahan dalam kondisi tergantung pada pohon Lempir.

Korban bernama Parno (63) warga desa setampat itu diketahui pertama kali oleh Juri (45) yang berangkat kesawah untuk menanam selada air. 

"Seperti biasa subuh saya berangkat kesawah untuk tanam jerembak ya. Setelah sampai sawah saya melihat mbah Parno berdiri di bawah pohon lempir. Saya sapa namun tidak dijawabnya," kata Juri saat ditemui media ini, Minggu (22/10)2023).

Merasa ada yang tidak beres, kemudian Juri mendekati korban dan melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernya gantung diri. 

"Saya pun memberitahukan dan meminta bantuan warga lain. Ada yang melapor ke polsek Plaosan juga. Baru setelah itu kami bersama polisi menurunkan korban," paparnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa adanya seorang warga yang nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri tersebut. 

"Benar, diduga korban sengaja akhiri hidup dengan cara gantung diri dengan seutas tali pada pohon lempir," jelasnya.

Berdasarkan laporan Polsek Plaosan, lanjut Budi, awalnya korban pamit pergi kesawah sekitar pukul 04.00 WIB. Korban pada saat pergi membawa keranjang bambu dan tali tambang menuju sawahnya yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumahnya.

"Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB korban ditemukan saksi bernama Juri sudah tergantung pada pohon Lempir. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Plaoasan," imbuhnya.

Setelah itu SPKT Polsek Plaosan dan SPKT  Polres Magetan dan ident  mendatangi TKP bersama tim medis dari Puskesma Plaosan. 

 "Hasil pemerikasaan tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Korban murni gantung diri. Jenazah selanjutnya kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mengharap tidak dilakukan otopsi. Korban sendiri menurut keluarga memiliki riwayat sakit sesak nafas menahun. (nto).