Di Hadapan Ratusan Wisudawan Unars, Bupati Situbondo Minta Terapkan IKI

Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini meminta para wisudawan dan wisudawati untuk menerapkan IKI. Yakni inisiatif, kolaboratif, dan inovatif. “Para wisudawan dan wisudawati harus mampu menciptakan inisiatif atau ide baru. Harus punya prakarsa dalam menerapkan ilmunya,” ujarnya.

NUSADAILY. COM - SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menghadiri Wisuda Sarjana Strata 1 (S1) ke XXVII Universitas Abdurahman Saleh (Unars), Sabtu (29/10/2022). Total ada 353 mahasiswa/i yang mengikuti acara yang berlangsung di GOR Baluran, Kelurahan Patokan.

Mereka merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di kampus tersebut. Mulai dari ekonomi dan bisnis, FISIP, sastra, FKIP, hukum, pertanian, sains, dan teknologi.

Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini meminta para wisudawan dan wisudawati untuk menerapkan IKI. Yakni inisiatif, kolaboratif, dan inovatif.

“Para wisudawan dan wisudawati harus mampu menciptakan inisiatif atau ide baru. Harus punya prakarsa dalam menerapkan ilmunya,” ujarnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, untuk menerapkan IKI diperlukan kerjasama (kolaborasi) dengan berbagai pihak. “Bila kerjasama sudah dilaksanakan, maka pelaksanaannya bisa menghemat waktu dan pengeluaran. Apalagi ditambah inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Unars, Syaifullah, menjelaskan bahwa wisuda bukan merupakan purna tugas, bahkan sebaliknya. Dengan ilmu yang telah didapat selama berada di Kampus Unars, diharapkan bisa berlanjut untuk diterapkan membantu berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

“Saya doakan semoga wisudawan dan wisudawati bisa menerapkan ilmunya di masyarakat dan semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak,” beber Mantan Sekda Situbondo ini. 

Perlu diketahui, Unars Situbondo saat ini telah membuka studi baru, yakni Prodi Bisnis Digital. Hal ini dillakukan guna merespon masa depan yang serba digitalisasi dengan menyiapkan SDM yang andal.

Informasi tambahan, selain mengajak mahasiswa untuk menetapkan IKI, Pemkab Situbondo juga senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal.

Sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Sementara itu, jumlah DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (adv/fat/wan)