Danau Kelimutu Alami Perubahan Warna, PVMBG Sebut Peningkatan Status Erupsi

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1384,5 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memiliki 3 danau kawah, yaitu Kawah 1 (Tiwu Ata Polo), Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah 3 (Tiwu Ata Bupu).

May 26, 2024 - 09:21
Danau Kelimutu Alami Perubahan Warna, PVMBG Sebut Peningkatan Status Erupsi

NUSADAILY.COM – ENDE - Badan Geologi mengungkap perubahan warna air Kawah 1 (Tiwu Ata Polo) di Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perubahan warna tersebut mengindikasikan peningkatan status risiko erupsi gunung.

"Pada tanggal 17 Mei 2024 air kawah berubah berwarna hijau tua, pada tanggal 22 Mei 2024 terjadi perubahan warna menjadi cokelat kehitaman," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, Kamis (23/5).

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1384,5 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini memiliki 3 danau kawah, yaitu Kawah 1 (Tiwu Ata Polo), Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah 3 (Tiwu Ata Bupu).

Ia menjelaskan perubahan warna air danau kawah di Kawah 1 (Tiwu Ata Polo) terjadi pada bulan Desember 2018-Januari 2019 dari warna hijau kebiruan menjadi hijau, kemudian berubah menjadi hijau tua dan kembali menjadi hijau.

Pada 17 Mei 2024 air kawah berubah berwarna hijau tua, kemudian menjadi coklat kehitaman beberapa hari kemudian dengan bualan air teramati di permukaan air kawah.

Menurut dia, perubahan warna air danau ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain curah hujan yang tinggi maupun kemungkinan perubahan komposisi air danau akibat dari pelarutan batuan sehingga membuat warna air kawah berubah warna menjadi kebiruan, kehijauan, atau cokelat kehitaman.

Namun, faktor-faktor yang memicu proses perubahan warna kali ini ternyata adalah kenaikan aktivitas Gunung Kelimutu dari Level I atau Normal menjadi Waspada atau Level II.

Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam laporan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kenaikan tingkat aktivitas itu terhitung mulai Jumat (24/5) pukul 13.00 WITA.

"Masyarakat atau pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 meter dari tepi kawah," ujarnya.

Berdasarkan pantauan PVMBG, pada 1-23 Mei 2024 Gunung Kelimutu terlihat jelas hingga tertutup kabut. PVMBG mengamati asap kawah utama berwarna putih dan intensitas tipis dengan ketinggian berkisar antara 5 sampai 25 meter dari puncak.

Kronologi perubahan warna

Hendra menuturkan ada konsistensi perubahan warna yang semakin nyata pada permukaan Kawah I dan II.

Pada 17 Mei, air Kawah I mengalami perubahan dari berwarna hijau menjadi hijau tua, teramati dua titik bualan air di atas permukaan air danau kawah di sebelah timur laut, bau gas belerang tercium lemah. Suhu air danau kawah terukur 23 derajat Celsius.

Pada 22 Mei, air danau Kawah I berubah warna menjadi cokelat kehitaman dengan suhu air danau 21 derajat Celsius.

Pada Kawah II, 17 Mei, warna air danau kawah masih berwarna biru muda. Endapan belerang berwarna kuning keemasan bertebaran di atas permukaan air danau kawah hingga ke sebelah timur, tenggara, barat laut, utara, dan timur laut. Suhu air danau kawah sebesar 22 derajat Celsius.

Pada 23 Mei, air danau Kawah II berwarna biru muda sama seperti pemeriksaan sebelumnya, teramati endapan belerang berwarna kuning bertebaran di atas permukaan air danau kawah menutupi bagian tengah, hingga sebelah utara, timur, selatan, dan barat. Suhu air danau kawah 24 derajat Celcius.

Arus putaran endapan belerang terlihat muncul di sebelah selatan permukaan air danau kawah. Bau gas belerang tercium lemah dan asap kawah nihil.

Menurut pengamatan kegempaan selama periode 1 sampai 23 Mei, tercatat ada satu kali gempa vulkanik dangkal, 77 kali gempa vulkanik dalam, 30 kali gempa tektonik lokal, dan 85 kali gempa tektonik jauh.

Berdasarkan data pengukuran amplitudo seismik real-time (RSAM), ada peningkatan meski tidak signifikan. Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan terjadinya suplai magma ke permukaan.

"Data pemantauan baik secara visual maupun instrumental menunjukkan perubahan yang signifikan baik dari perubahan warna air danau Kawah I, maupun kenampakan dan sebaran dari belerang di permukaan air danau Kawah II yang semakin intensif," papar Hendra.

Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu pun membatasi aktivitas kunjungan wisata ke Danau Kelimutu.

"Kunjungan tidak ditutup tapi dibatasi, areal kunjungan sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dengan radius aman 250 meter," kata Kepala Balai TN Kelimutu Budi Mulyanto ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (25/5).(Ant/han)