Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaCultureTerjadi Hari Ini, Berikut Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Terjadi Hari Ini, Berikut Tata Cara Salat Gerhana Bulan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gerhana bulan sebagian akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Jumat (19/11/2021). Waktu puncak gerhana bulan sebagian ini akan terjadi pada pukul 16.02 WIB atau 17.02 WITA atau 18.02 WIT.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), gerhana bulan akan menutupi umbra Bumi hingga 97,85 persen dengan total durasi berkisar dari 2 jam 17 menit hingga 0 jam 9 menit.

BACA JUGA: Kemenag Ajak Masyarakat Salat Gerhana dan Berdoa Agar Pandemi Berakhir

Masyarakat Muslim di Indonesia disunahkan untuk melaksanakan salat gerhana bulan (khusuful qamar), kecuali yang berada di Pulau Sumatra, Banten, DKI Jakarta, maupun Jawa Barat. Sebab, saat matahari terbenam, gerhana telah lebih dahulu rampung. Namun, bagi masyarakat Muslim yang berada di luar wilayah tersebut disunahkan untuk melaksanakan salat gerhana bulan dua rakaat. Setelah itu, disunahkan juga untuk mengerjakan dua khutbah.

Melansir dari NU Online, salat gerhana ini sedikit berbeda dengan salat pada umumnya. Sebab, bacaan fatihah dan ruku yang dilakukan pada salat gerhana ini dua kali di setiap rakaatnya.

BACA JUGA: BMKG Ambon Pantau Gerhana Bulan di Area Patung Martha Christina Tiahahu

Selepas ruku’ pertama, kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan ayat lain. Kemudian, ruku’ kembali dan dilanjutkan i’tidal. Salat ini bisa dilakukan secara berjamaah dengan bacaan jahar (keras) ataupun dilakukan secara sendiri (munfarid).

Salat gerhana bulan diawali dengan niat terlebih dahulu bersamaan dengan takbiratul Ihram. Adapun lafad niat salat khusuf ini adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى 

“Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.” 

Setelah itu, membaca taawudz dan Surat Al-Fatihah diikuti dengan membaca surat Al-Qur’an dengan jahar (lantang). Kemudian dilanjutkan dengan ruku’ dengan membaca tasbih dan kemudian i’tidal. Pada i’tidal pertama ini tidak membaca doa i’tidal, namun membaca Surat Al-Fatihah kembali diikuti dengan bacaan surat Al-Qur’an kembali. Setelah itu baru dikuti ruku’ dengan membaca tasbih dan i’tidal yang kedua dengan membaca doa i’tidal.

Rangkaian setelah ini adalah sujud dengan membaca tasbih, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dengan membaca tasbih lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Kemudian, rangkaian salat diakhiri dengan tahiyat dan salam.

BACA JUGA: BMKG: Akan Terjadi 4 Kali Fenomena Gerhana Sepanjang Tahun 2021

Salat gerhana ini juga boleh diringkas yakni dengan hanya membaca Surat Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surat panjang seperti yang dianjurkan. Bacaan surat pun diperbolehkan menggunakan surat pendek setiap kali selesai membaca Surat Al-Fatihah.

Setelah rangkaian salat, dianjurkan imam menyampaikan dua khutbah salat gerhana dengan tausiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya. 

Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan salat dua rakaat gerhana tetap berlaku. Sementara dua khutbah salat gerhana bulan boleh tetap berlangsung atau boleh dimulai meski gerhana bulan sudah usai.(mic)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily