Terdata 601 Bangunan Bersejarah di Beirut Rusak Akibat Ledakan

  • Whatsapp
bangunan bersejarah beirut
Kerugian akibat ledakan yang melanda Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus melampaui 15 miliar dolar AS.(Xinhua)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BEIRUT – Total 601 bangunan peninggalan budaya rusak akibat dua ledakan yang mengguncang Beirut pada 4 Agustus lalu. Sejumlah 70 di antaranya berpotensi ambruk jika tidak cepat dipugar.

Demikian dilaporkan kantor berita Lebanon, National News Agency, dikutip NusaDaily Jumat 14 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

“Kami akan berupaya keras mendapatkan dana untuk pemugaran dan pelestarian bangunan-bangunan tersebut. Bangunan itu mencerminkan arsitektur tradisional Beirut,” ujar Menteri Pertanian dan Kebudayaan Lebanon Abbas Mourtada.

Mourtada mengimbau para pengusaha real estat agar tidak membeli bangunan-bangunan ini untuk diratakan dengan tanah dan membangun bangunan baru yang modern. Dia mendesak orang-orang untuk melestarikan sejarah Beirut dan peradabannya.

Sebagian besar bangunan yang berada di Gemmayze dan Mar Mikhael merupakan bangunan tradisional. Bangunan itu mengalami kerusakan parsial atau bahkan total.

Baca pula: Mia Khalifa Lelang Kacamata untuk Korban Beirut, Sssttt…Ada Bonus Pisau Cukur

Beredar kabar bahwa pemilik bangunan itu berusaha menjualnya kepada pengembang (developer) real estat. Entah kebetulan atau tidak, para pengembang ingin membangun unit-unit modern di lokasi tersebut.

Dua ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu. Ledakan mengguncang bangunan-bangunan di seluruh ibu kota Lebanon itu. Ledakan menewaskan 171 orang dan melukai sedikitnya 6.000 lainnya.

Akibat ledakan ribuan ton amonium nitrat itu, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab pada Senin 10 Agustus 2020 mengundurkan diri dan membubarkan pemerintahannya.

Pengunduran diri itu setelah masyarakat menggelar aksi protes menuntut otoritas setempat bertanggung jawab atas ledakan yang menghancurkan Kota Beirut. (yos)