Tak Sempat Memikirkan Cinta, Begini Lika Liku Kehidupan Pahlawan Supriyadi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- Supriyadi yang punya nama panjang Fransiskus Xaverius Suprijadi lahir pada 13 April 1923 di Trenggalek, Jawa Timur. Kehidupan masa mudanya dihabiskan dengan bersekolah di ELS setingkat SD saat ini milik pemerintah Belanda.

Tidak ada cerita cinta yang tercatat dalam kehidupannya. Padahal Supriyadi merupakan pemuda gagah dan tampan dari kalangan berada. Dia memilih untuk berjuang demi bangsanya. Cintanya untuk bangsanya.

Baca Juga

Dikutip dari boobastis.com, setelah lulus ia melanjutkan ke MULO yang setingkat SMP. Beberapa tahun berselang ia melanjutkan ke Sekolah Pamong Praja di Magelang. Namun sayang, ia tak semat lulus karena Jepang mulai menyerang negeri. Akhirnya ia dipaksa Jepang untuk mengikuti pelatihan Seimendoyo di Tangerang, Jawa Barat.

Sekitar bulan Oktober 1943, Jepang yang kala itu menggebrak Belanda mulai mengatur strategi perang. Mereka membuat organisasi milisi yang terdiri dari warga lokal. Mereka mendirikan PETA dan mempekerjakan warga lokal untuk berperang. Kelak saat sekutu yang dipimpin Amerika mendekat, anggota PETA bisa dikirim ke garda depan.

Supriyadi akhirnya bergabung dengan organisasi PETA ini dan diberi jabatan shondancho.

Namun dalam masa tugasnya Supriadi melihat masyarakat yang dipekerjakan oleh Jepang diperlakukan tidak manusiawi. Maka dalam lubuk hatinya ingin melakukan pemberontakan kepada Jepang. Diapun minta pendapat Sukarno yang waktu itu sedang be

rada di Blitar. Selanjutnya dengan semangat mudanya Supriyadi memimpin pemberontakan kepada Jepang. (aka)

Post Terkait

banner 468x60