Jumat, September 24, 2021
BerandaCultureSunan Ampel Keturunan Rasulullah Bidan Kerajaan Islam Tanah Jawa

Sunan Ampel Keturunan Rasulullah Bidan Kerajaan Islam Tanah Jawa

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sunan Ampel memiliki nama asli Raden Rahmat. Solichin Salam dalam Sekitar Wali Songo (2014) menyebut Raden Rahmat diperkirakan lahir pada 1401 di Champa, sebuah negeri kecil di Kamboja.

Ia lahir dari ayah bernama Maulana Malik Ibrahim atau Ibrahim Asmarakandi yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gresik. Sementara ibunya merupakan putri Kerajaan Champa yang bernama Dewi Candrawulan.

BACA JUGA: Sunan Giri Berdakwah Lewat Seni Budaya – Nusadaily.com

Secara garis darah, Sunan Ampel tersambung hingga ke Nabi Muhammad. Ayahnya, Maulana Malik Ibrahim merupakan saudara sedarah Maulana Ishak. Keduanya merupakan putera dari Syekh Jumadil Qubro. Bapak dan anak ini berasal dari Uzbekistan dan masih trah Al Husain, anak Ali Bin Abi Tholib, menantu Nabi Muhammad (Susilarini, Mengenal Sembilan Wali, 2018: 23).

Kedekatannya dengan pihak kerajaan membuat syiar Sunan Ampel di pesisir utara Jawa tidak menemui hambatan. Sunan Ampel mendirikan pesantren di tanah Ampel dan menarik simpati masyarakat. Pesantren itu kemudian menjadi pusat pendidikan yang sangat berpengaruh. Raden Rahmat juga dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh di kerajaan Majapahit.

Budi Sulistiono, Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Wali Songo dalam Pentas Sejarah Nusantara (2014) menyebutkan, Raden Patah menikah dengan putri Adipati Tuban, Arya Teja yang bernama Nyai Ageng Manila.

Dari pesantren itu lahir sosok-sosok besar yang berpengaruh terhadap penyebaran Islam di Jawa. Beberapa dari mereka antara lain, Raden Paku yang dikenal sebagai Sunan Giri dan Raden Fatah yang pada kemudian hari menjadi sultan pertama Kerajaan Islam di Jawa.

Selain itu, terdapat Raden Makdum Ibrahim (putra Sunan Ampel sendiri) yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bonang, Syarifuddin atau Sunan Drajat, dan Maulana Ishak yang diutus mengislamkan daerah Blambangan.

BACA JUGA: Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan, Lantas Mengapa Masih Ada Maksiat? – Beritaloka.com

Ajaran Sunan Ampel

Salah satu ajaran Sunan Ampel paling terkenal adalah pesan Mo Limo. Berarti tidak mau melakukan lima perbuatan tercela, yaitu, moh main atau tidak mau berjudi, moh ngombe atau tidak mau minum arak, moh maling atau tidak mau mencuri, moh madat atau tidak mau menghisap candu, moh madon atau tidak mau berzina atau bermain perempuan yang bukan istrinya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak, Bantul, Yogyakarta, Jadul Maula menuturkan Sunan Ampel merupakan seorang sufi dan guru spiritual yang dihormati masyarakat. Menurutnya, kedudukan Sunan Ampel setara dengan Brahmana dalam strata Hindu-Budha saat itu.

“Integritasnya diakui sehingga dia diakui juga oleh masyarakat sebagai guru rohani,” kata Jadul saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Harus Qada atau Bayar Fidyah? Ini Empat Macam Bentuk Batal Puasa dan Konsekuensinya – Noktahmerah.com

Tidak hanya itu, Jadul juga menyebut Sunan Ampel sebagai salah satu poros penting dalam peralihan Majapahit yang menganut Hindu-Budha menjadi Islam. Perubahan ini, terjadi secara kultural dan damai.

Selain itu, dalam syiarnya, Sunan Ampel memiliki strategi membangun jalinan kekerabatan dengan cara menikahkan pendakwah Islam dengan putri penguasa. Strategi lainnya adalah menikahkan santrinya dengan putrinya sendiri.

“Karena secara rohani beliau bisa melakukan kontekstualisasi bagaimana ilmu kerohanian Islam itu menggantikan ilmu kerohanian Hindu-Budha tanpa membuat masyarakat terguncang,” jelasnya.

Hal terakhir ia lakukan terhadap Sunan Giri, sosok Wali Songo yang kelak memiliki peranan besar dalam gerakan kebudayaan Islam yang dibangun para wali pada periode berikutnya.

“Sunan Giri ini kan muridnya Sunan Ampel yang juga dijadikan sebagai menantu,” kata penulis buku Islam Berkebudayaan itu.(han)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bea Cukai Sosialisasikan Manfaat DBHCT

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sebagai salah satu pendapatan negara yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, misalnya dalam bidang...