Sosial Budaya Negara Brunei Darussalam Mulai Zaman Hindu-Budha hingga Saat Ini (6-habis)

  • Whatsapp
Kota Bandar Seri Begawan ibukota Brunei Darussalam.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – Pada masa pra-Islam, penduduk Brunei menganut agama Hindu-Buddha. Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, Brunei menjadi pelopor dan penggerak perkembangan Islam bagi wilayah sekitarnya termasuk sebelah timur kepulauan Melayu hingga Pulau Luzon, Cebu, Otan, dan sebagainya.

Baca Juga

Di masa lalu, Seperti yang ditulis oleh Adara Primadia di sejarahlengkap.com, penduduk Brunei memiliki adat istiadat kesopanan yang tinggi. Dalam catatan First Voyage Around the World karya Pigafetta yang dirujuk oleh Al-Sufri (1997). Orang Brunei memiliki kebudayaan dan peradaban yang luhur. Selain itu orang Brunei juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi yang mereka sebut ‘semangat kebrueian’. Nasionalisme yang kental inilah yang membuat tentara Spanyol dipaksa mundur saat ingin menguasai Brunei.

Saat ini Brunei menggunakan asas syariat Islam dalam hukum perundang-undangannya yang disebut hukum Syarak. Mencakup undang-undang jenayah Islam, muammalah, undang-undang keluarga, serta undang-undang keterangan acara.

Sultan Sharif Ali Ingin Jadikan Warga Brunei Muslim Sejati

Pengaruh kuat dari Sultan Sharif Ali yang ingin menjadikan penduduk Brunei sebagai muslim sejati berimplikasi pada prilaku penduduknya yang senantiasa menjaga perilakunya sesuai dengan syariat Islam.

Cara pengamalan Islam di Brunei didasarkan pada mazhab Syafii dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Semenjak tahun 1984 saat diproklamirkan sebagai negara merdeka, Brunei menerapkan ‘Melayu Islam Beraja’ yang menjadi pedoman hidup bermasyarakat.

Brunei Darussalam di Masa Sekarang

Brunei memiliki indeks pembangunan manusia kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Tumpuan ekonomi berupa minyak bumi dan gas yang menjadi sumber kekayaan negara dan membuat Brunei menjadi negara terkaya ke 5 dan sudah diklasifikasikan sebagai negara maju. 

Dua pertiga penduduk Brunei adalah Melayu, dengan agama resmi Islam. Brunei juga mengikuti hukum Islam Syariah. Penduduk Brunei memperoleh pendidikan gratis, perawatan kesehatan, subsidi makanan dan perumahan. Dan mereka juga tidak membayar pajak penghasilan pribadi.

Budaya Brunei hampir sama dengan budaya Melayu dengan pengaruh kuat dari islam, tetapi lebih konservatif karena menerapkan sistem Islam Syariat, tidak seperti Malaysia dan Indonesia. Penjualan dan konsumsi alkohol diharamkan, dengan orang luar atau Non-Muslim masih diijinkan membawa maksimal 12 botol bir saat mereka masuk ke Brunei. Parlemen Brunei juga mulai menerapkan fatwa haram untuk rokok pada tahun 2011 dengan tujuan mengurangi konsumsi rokok.

Dua pertiga penduduk Brunei adalah etnis Melayu. Sementara etnis minoritas yang paling penting dan menguasai ekonomi negara adalah Tionghoa (Han). Terdapat juga komunitas ekspatriat dengan sejumlah besar warga negara Inggris dan Australia. Bahasa yang digunakan secara resmi adalah Bahasa Melayu, dengan Bahasa Tionghoa dan Bahasa Inggris yang 95% dikuasai oleh setiap penduduknya.

Negara Kecil yang Memiliki Perekonomian Campuran

Negara kecil yang kaya ini memiliki perekonomian campuran antara kewirausahaan dalam negeri dan asing. Pengawasan kerajaan, serta tradisi budaya perdagangan lama. Pengeluaran minyak mentah dan gas alam terdiri dari setengah PDB. Tingginya tingkat pendapatan membuat pengeluaran perkapita menjadi jauh lebih kecil. Dan keraajaan membekali semua biaya pengobatan dan memberikan subsidi pangan, perumahan dan pendidikan bagi setiap penduduk.

Pemimpin Brunei merasa bimbang akan perkembangan ekonomi mereka dengan ekonomi dunia tidak seimbang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial dalam negri. Sekalipun Brunei memainkan peranan penting dalam perekonomian dunia saat menjadi ketua APEC pada tahun 2000.

Rancangan masa depan Brunei dipusatkan untuk menghadapi persoalan keterampilan buruh. Pengurangan pengangguran, perkuatan sektor pariwisata dan perbankan, dan perluasan bidang ekonomi yang akan mempengaruhi semua faktor kehidupan masyarakat.

Bahkan saat ini sistem penerbangan negara sedang mencoba menjadikan Brunei sebagai salah satu tujuan perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Selain itu Brunei juga menargetkan sebagai salah satu layanan penerbangan utama ke wilayah-wilayah Asia.

Sultan Haslsanah Bolkiah, yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan memiliki koleksi 500 mobil mewah dan istana dengan lebih dari 1.500 kamar dengan total aset lebih dari 25 miliar dollar. Sultan juga membangun sebuah masjid termegah dan terbesar di Brunei yang disebut “Mesjid Jami’ Asr-Hassanil Bolkiah”.

Dibangun tahun 1988, mesjid ini mampu menampung 3.000 umat Islam. Selain dilengkapi ruang perpustakaan, pertemuan dan lounge yang indah, arsitektur dan interior mesjid ini menjadi kebanggaan Brunei dan kesultanan karena mampu menyaingi arsitektur dan interior Masjidil Haram di Makkah.(aka/habis)

Post Terkait

banner 468x60