Singkawang Mendunia Gara-Gara Festival Tatung yang ‘Mengerikan’ Itu

  • Whatsapp
(doc/ivanloviano.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SINGKAWANG – Menurut Victoria Vika Agustine, salah satu tour guide, untuk bisa kerasukan roh, para tatung yang terdiri dari etnis Tionghoa, Melayu dan Dayak tersebut datang ke klenteng. Di sana mereka melakukan ritual yang dipandu oleh orang pintar. Setelah Tatung kerasukan roh, baru melakukan aksi dengan tetap didampingi orang pintar atau pawang.

Dikatakan Vika, festival Tatung bukan hanya menjadi ritual wajib tahuhan etnis Tionghoa, tetapi sudah menjadi media untuk membangun kebersamaan antar etnis yang ada di Singkawang.

Baca Juga

“Meski warga di Singkawang terdiri dari 3 etnis yang berbeda mereka selalu rukun,” ujar gadis keturunan dari etnis Dayak ini.

Dari pengamatan penulis, begitu festival dimulai dan Tatung-Tatung melintas, para penonton di tribun antusias mengabadikan arak-arakan. Mereka juga setia menunggu hingga pawai selesai.

Sementar itu, untuk menghindari keruwetan di lokasi perhelatan, sejak pukul 06.00 pagi jalan masuk menuju lokasi festival dengan radius satu hingga sekitar satu kilo meter sudah ditutup. Sehingga rombongan kami harus berjalan sekitar satu kilometer menuju tribun. Meski harus berjalan cukup jauh para wisatawan tidak mengeluh. Karena memang suasana dalam kota utamanya di dekat panggung dan tribun sangat ramai.

Panitia festival terlihat sangat profesional dalam menyelenggarakan festival tahunan tersebut. Misalnya, untuk menarik wisatawan yang kebanykan warga Tionghoa, disiapkan tribun di kanan kiri jalan sepanjang sekitar 500 meter.

Nah, yang bisa menduduki tribun adalah para tamu yang mau membeli tiket seharga Rp 150 ribu. Sehingga dengan adanya tribun tersebut penonton sangat nyaman dalam menikmati jalannya festival. Selain itu, panitia mendapatkan pemasukan yang besar dari penjualan tiket, selain dari dana APBD dan sponsor.

Festival ini selalu berjalan ramai karena kekompakan masyarakat dan pemerintah di Singkawang yang mampu menggelar perayaan Cap Go Meh dengan menghadirkan festival Tatung yang gaungnya sudah mendunia.

Sehingga meski festival Tatung hanya berjalan mulai sekitar pukul 08.00 sampai pukul 11.00, tetapi event tersebut ditunggu-tunggu wisatawan khususnya dari kalangan etnis Tionghoa dari berbagai daerah dan negara.(aka)