Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaCultureSemeru Erupsi, Simbol Kemarahan Soe Hok Gie?

Semeru Erupsi, Simbol Kemarahan Soe Hok Gie?

NUSADAILY.COM – MALANG – Gunung Semeru, tempat bersemayamnya jasad aktivis era Presiden Soekarno dan Soeharto, Soe Hok Gie, mengalami erupsi pada Sabtu, 04 Desember 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Soe Hok Gie meninggal pada 16 Desember 1969 di kawasan puncak Gunung Semeru saat melakukan pendakian. Api semangat perlawanan Soe Hok Gie pun menjadi kekal dengan kepulan asap di kawah Jonggring Saloka.

Meletusnya Gunung Semeru seolah menjadi simbol amarah yang ada pada Soe Hok Gie yang jasadnya telah menyatu dengan puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Seolah tak rela tanah air yang dicintainya terus-menerus dihantam badai, Soe Hok Gie menitipkan suaranya kepada pemimpin lewat gemuruh awan dan lahan dingin dari tempat bersemayamnya.

BACA JUGA: Tokoh Soe Hok Gie, Lahir 17 Desember, Meninggal 16 Desember

Seperti apa yang pernah dikatakannya, Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan. Bisa dikatakan jika letusan ini adalah sebuah sirine bagi penguasa dari Soe Hok Gie.

Semasa hidupnya, Soe Hok Gie adalah seorang aktivis yang rajin menyuarakan ide-idenya lewat karya sastra.

Kata-kata Soe Hok Gie diketahui dipenuhi dengan keberanian serta perjuangan. Hal tersebut dapat terlihat dari buku-buku serta perkataannya di masa lalu semasa dirinya masih hidup di dunia. Perlu diketahui bahwa Soe Hok Gie adalah seorang aktivis yang begitu kritis pada pemerintah orde lama.

Tulisan-tulisan dari Soe Hok Gie juga begitu berani ketika menyuarakan segala sesuatu yang ia anggap benar. Tak heran, apabila nama Soe Hok Gie kini terkenal di kalangan generasi muda dan juga mahasiswa. Ketika kuliah di Universitas Indonesia (UI), banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada rakyat dikritisi oleh mendiang.

Saat kampus menjadi tempat yang membuat kepalanya panas, gunung menjadi tempat untuk mendinginkannya.

Saat menyepi di gunung, Soe Hok Gie acap menulis puisi. Salah satu puisi yang diciptakannya di gunung berjudul “Mandalawangi-Pangrango” yang ditulisnya pada 19 Juli 1966.

Namun, kecintaannya terhadap gunung jualah yang mengantarkan Soe Hok Gie menemui ajalnya.

Soe Hok Gie meninggal dunia di Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 16 Desember 1969. Tragisnya, Soe Hok Gie meninggal dunia jelang hari ulang tahunnya yang ke-27.

Sebelum mengembuskan napas terakhir di Gunung Semeru, Soe Hok Gie sempat menulis di buku catatannya yang seolah mengisyaratkan bahwa dirinya akan mati muda. Berikut adalah tulisannya itu yang termaktub di buku Catatan Seorang Demonstran (1983).

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan. Kedua, dilahirkan tetapi mati muda.
Dan yang tersial adalah mati di umur tua. Rasa-rasanya memang begitu.
Bahagialah mereka yang mati muda.

Meski sosoknya kini hanya bisa dikenang, tulisan serta pemikirannya hingga saat ini masih dijadikan inspirasi para generasi muda Tanah Air. Dikutip dari laman Jagokata dan IhateGreenJello, berikut adalah kata-kata Soe Hok Gie.

Kata-Kata Soe Hok Gie

  1. “Hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi, aku memilih untuk jadi manusia merdeka.”
  2. “Saya memang tak pernah ingin menjadi pohon bambu yang hanya bisa berdiam diri saja. Saya hanya ingin menjadi pohon oak yang berani menentang sesuatu apa pun.”
  3. “Bagi para pemuda umum, sebuah revolusioner adalah sebuah tantangan bagi Anda untuk mencari hal-hal yang baru.”
  4. “Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah.”
  5. “Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.”
  6. “Aku tidak bisa mencintai apa pun kecuali aku mencinta akan keberanian dalam kehidupanku sendiri.”
  7. “Seorang mahasiswa pasti akan mengenang masa di mana dia akan turun ke jalan dan bersuara lantang akan demokrasi pemerintahan. Sebenarnya, mereka adalah jembatan dari suara rakyat yang berani melantangkan kebenaran, walau terkadang mengandung hasutan. Tetapi, apa yang mereka bela adalah sebuah kejujuran dan keadilan yang menurut mereka dan paham mereka benar.”
  8. “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”
  9. “Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non-humanis.”
  10. “Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya.”
  11. “Dunia itu kecil, siapa bilang dunia itu besar. Hanya satu langkah kaki saja, kalau kau tak percaya, kau bisa mencobanya. Jangan pernah takut untuk melangkah. Hanya dengan satu langkah yang pasti, kita bisa merasakan dan menyatu dengan semua ini. Semua yang memang terlihat indah, namun sebenarnya hanyalah fana semata.”
  12. “Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu.”
  13. “Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.”
  14. “Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut.”
  15. “Di antara ransel-ransel yang aku kenakan ini, ransel yang kosong dan juga api unggun yang membara menghadirkan kehangatan di antara kedinginan yang luar biasa. Aku terima semua yang melampaui batas-batas hutan dan juga melampaui jurang-jurang yang ada.”
  16. “Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.”
  17. “Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.”
  18. “Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.”
  19. “Saya mimpi tentang sebuah dunia di mana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, ‘stop semua kemunafikan! Stop semua pembunuhan atas nama apa pun’. Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apa pun, ras apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”
  20. “Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi.”
  21. “Selalu kami katakan dengan tegas, bahwa kami ini bukanlah orang-orang yang percaya dengan slogan-slogan. Seseorang yang hanya dapat mencintai sesuatu apabila mereka mengenal objeknya. Seperti halnya saat kau mencintai Tanah Air ini, kau harus mengenalnya terlebih dahulu, mencintai pula rakyatnya, pertumbuhan jiwa yang sehat dari para pemudanya, itulah pertumbuhan yang baik untuk negara ini. Maka dari itu, kami naik gunung yang menyajikan kesegaran dan kesejukan abadi.”
  22. “Karena aku cinta pada keberanian hidup.”
  23. “Revolusi akan gagal jika tidak diadakan perubahan radikal.”
  24. “Kemerdekaan merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi juga merupakan sebuah gedung yang kosong. Menjadi tugas pendukung-pendukungnya untuk mengisi kemerdekaan.”
  25. “Aku kenal benar siapa mereka, yang tanpa tentara mau berperang melawan kediktatoran dan tanpa uang dengan sekuat tenaga membasmi korupsi di muka bumi.”
  26. “Bidang seorang sarjana adalah berpikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tapi, mereka tidak bisa terlepas dari fungsi sosialnya, yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang terus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan.”
  27. “Terkadang aku merasa malu melihat mahasiswa yang sok berkuasa. Merintih kalau ia terus ditekan tetapi, selalu menindas kalau dia sedang berada dalam kekuasaan tertingginya. Mementingkan kepentingan golongan mereka. Kasihan adik-adik baru yang baru saja datang dan menjadi koban dari kepentingan kekuasaan mereka.”
  28. “Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apa pun, ras apapun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian.”
  29. “Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan, seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi.”
  30. “Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.”

(kal)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Kemenhub Resmi Naikkan Tarif Ojol Mulai 14 Agustus

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kementerian Perhubungan menaikkan tarif ojek online (ojol) di Indonesia. Aturan ini akan mulai berlaku efektif pada 14 Agustus 2022. Aturan perubahan...