Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaCultureSejarah - Latar Belakang Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Sejarah – Latar Belakang Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) setiap tanggal 20 Mei merupakan inisiasi Ir. Soekarno pada awal-awal kemerdekaan. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan waktu didirikannya organisasi Budi Utomo. Dia menilai perlu adanya simbol pemersatu bangsa, guna melawan segala bentuk penjajahan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Begini Sejarah Hari Kebangkitan Nasional Tanggal 20 Mei

Peringatan Harkitnas pertama kali dilaksanakan pada 1948 di Yogyakarta oleh Presiden pertama RI. Disebutkan dalam situs Kemdikbud, pada waktu itu Bung Karno meminta Ki Hajar Dewantara untuk memperingati hari lahir Budi Utomo sebagai Hari Kebangunan Nasional, yang kemudian dinamai sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sejarah dan Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Inisiasi penetapan Hari Kebangkitan Nasional diawali dua tahun setelah kemerdekaan. Tahun 1947, Belanda melancarkan agresi militer, sehingga timbullah gejolak sosial dan politik. Pada waktu itu, ibu kota pun sempat dipindah ke DI Yogyakarta.

BACA JUGA : Kasus Hepatitis Akut Misterius di DKI, Kemenkes: Belum Ada Konfirmasi

Tak lama kemudian, muncullah oposisi pemerintah yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin. Oposisi ini memiliki nama Front Demokrasi Rakyat dan menjadi gabungan organisasi Sayap Kiri.

Ketika itu, pasokan beras pun sempat bergolak sehingga timbullah krisis ekonomi. Selanjutnya, Bung Karno mencari simbol yang dapat mempersatukan bangsa di tengah situasi saat itu.

BACA JUGA : Peringati Hari Buku dan Budaya Baca Pertama, Vietnam Selenggarakan Pameran Buku Online

“Bung Karno mencari jejak sejarah yang bisa menjelaskan asal usulnya gerakan Bangsa Indonesia. Budi Utomo jelas masih bersifat kedaerahan awalnya, tetapi yang membedakan dengan organisasi lainnya saat itu adalah unsur modernitasnya. Bagaimana ada mekanisme pemilihan ketua dalam organisasi,” ungkap sejarawan Hilmar Farid, dilansir dari detik.com

BERITA KHUSUS

Raih Penghargaan Program Inovasi Digital, Gus Ipul: Terus Layani Masyarakat dengan Cepat

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan meraih penghargaan kategori program Inovasi Digital pada ajang Merdeka Award 2022, Kamis (24/06). Wali Kota Pasuruan...

BERITA TERBARU

Wow! PSG Untung Rp 10,9 Triliun Berkat Lionel Messi

NUSADAILY.COM - PARIS - Lionel Messi memang gagal mempersembahkan trofi Liga Champions kepada Paris Saint-Germain. Meski begitu, PSG mendulang keuntungan yang amat besar berkat...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) setiap tanggal 20 Mei merupakan inisiasi Ir. Soekarno pada awal-awal kemerdekaan. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan waktu didirikannya organisasi Budi Utomo. Dia menilai perlu adanya simbol pemersatu bangsa, guna melawan segala bentuk penjajahan.

BACA JUGA : Begini Sejarah Hari Kebangkitan Nasional Tanggal 20 Mei

Peringatan Harkitnas pertama kali dilaksanakan pada 1948 di Yogyakarta oleh Presiden pertama RI. Disebutkan dalam situs Kemdikbud, pada waktu itu Bung Karno meminta Ki Hajar Dewantara untuk memperingati hari lahir Budi Utomo sebagai Hari Kebangunan Nasional, yang kemudian dinamai sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sejarah dan Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Inisiasi penetapan Hari Kebangkitan Nasional diawali dua tahun setelah kemerdekaan. Tahun 1947, Belanda melancarkan agresi militer, sehingga timbullah gejolak sosial dan politik. Pada waktu itu, ibu kota pun sempat dipindah ke DI Yogyakarta.

BACA JUGA : Kasus Hepatitis Akut Misterius di DKI, Kemenkes: Belum Ada Konfirmasi

Tak lama kemudian, muncullah oposisi pemerintah yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin. Oposisi ini memiliki nama Front Demokrasi Rakyat dan menjadi gabungan organisasi Sayap Kiri.

Ketika itu, pasokan beras pun sempat bergolak sehingga timbullah krisis ekonomi. Selanjutnya, Bung Karno mencari simbol yang dapat mempersatukan bangsa di tengah situasi saat itu.

BACA JUGA : Peringati Hari Buku dan Budaya Baca Pertama, Vietnam Selenggarakan Pameran Buku Online

"Bung Karno mencari jejak sejarah yang bisa menjelaskan asal usulnya gerakan Bangsa Indonesia. Budi Utomo jelas masih bersifat kedaerahan awalnya, tetapi yang membedakan dengan organisasi lainnya saat itu adalah unsur modernitasnya. Bagaimana ada mekanisme pemilihan ketua dalam organisasi," ungkap sejarawan Hilmar Farid, dilansir dari detik.com

Bung Karno pun akhirnya menetapkan hari kelahiran Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada tahun 1948. Organisasi ini didirikan oleh beberapa mahasiswa STOVIA atau School tot Opleiding van Indische Arsten.

BACA JUGA : Hari Kebangkitan Nasional, Menhan Prabowo Ingatkan Jaga Semangat Nasionalisme

Beberapa tokoh yang ikut mendirikannya adalah Dr. Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soelaiman, Gondo Soewarno, Soeraji Tirtonegoro, M. Soewarno, Angka Prodjosoedirdjo, RM. Goembrek, dan Moehammad Saleh. Meski begitu, terdapat satu sosok yang punya peran penting dan menginspirasi, yakni dr. Wahidin Soedirohusodo. Beliau juga merupakan alumni STOVIA.

Gagasan Tentang Bantuan Dana

Kisahnya, dr. Wahidin kerap pergi ke kota besar di wilayah Jawa menyebarkan gagasan tentang bantuan dana untuk para pelajar pribumi berprestasi yang tidak mampu sekolah. Pada waktu-waktu ini, dia bertemu pendiri Budi Utomo.

BACA JUGA : King Nassar Siap Bentuk Tubuhnya Jadi Sixpack, Soimah Beri Komentar

Akhirnya, dr. Wahidin menggagas ide untuk mencerdaskan bangsa dengan studiefonds atau dana pendidikan. Tujuan dari dana ini adalah agar tidak mudah diadu oleh penjajah. Sementara itu, Soetomo dan kawannya yang sama-sama mempunyai rasa nasionalisme perjuangan tinggi, sepakat membentuk Budi Utomo.

Itulah sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang tak lepas dari terbentuknya organisasi Budi Utomo. (ros)