Minggu, September 25, 2022
BerandaCultureSejarah Festival Perahu Naga, Tradisi Tionghoa yang Mendunia

Sejarah Festival Perahu Naga, Tradisi Tionghoa yang Mendunia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Festival Perahu Naga termasuk festival yang penting dalam tradisi dan budaya masyarakat Tiongkok. Di Indonesia, masyarakat keturunan Tionghoa juga merayakannya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Biasanya dalam festival ini terdapat lomba perahu naga. Ada pula tradisi menyantap bacang, hidangan yang wajib ada saat Festival Perahu Naga.

Baca Juga:Tradisi Minum Teh Bagi Orang Tionghoa, Relaksasi Hingga Penyambung Relasi

Melansir Baidu, Festival Perahu Naga bermula dari pemujaan terhadap fenomena alam surgawi dan berkembang dari pengorbanan naga di zaman kuno.

Pada Festival Perahu Naga Pertengahan Musim Panas, Canglong Qisu terbang ke tengah selatan, dan berada di posisi paling “benar” sepanjang tahun, seperti baris kelima “Kitab Perubahan Qian Gua”: “Naga terbang adalah di langit”.

Festival Perahu Naga merupakan hari keberuntungan “Naga Terbang di Langit”, serta budaya naga dan perahu naga melewati sejarah warisan Festival Perahu Naga.

Baca Juga:Ini Lo 4 Restoran di Mal yang Cocok untuk Makan Bersama Keluarga

Festival Perahu Naga adalah festival budaya tradisional yang populer di Tiongkok dan negara-negara lain dalam lingkaran budaya karakter Tionghoa.

Legenda mengatakan bahwa Qu Yuan, seorang penyair Negara Bagian Chu selama Periode Negara-Negara Berperang, bunuh diri dengan melompat di atas Sungai Miluo pada hari kelima bulan lunar kelima.

Asal usul Festival Perahu Naga meliputi budaya astrologi kuno, filosofi humanistik dan aspek lainnya, dan mengandung konotasi budaya yang mendalam dan kaya.

Dalam pewarisan dan pengembangan, ia bercampur dengan berbagai adat istiadat rakyat. Karena budaya daerah yang berbeda, ada adalah kebiasaan dan detail di tempat yang berbeda

Festival Perahu Naga, Festival Musim Semi, Festival Qingming dan Festival Pertengahan Musim Gugur dikenal sebagai empat festival tradisional di Tiongkok.

Festival Perahu Naga memiliki pengaruh yang luas di dunia. Pada Mei 2006, itu dimasukkan dalam batch pertama daftar warisan budaya takbenda nasional oleh Dewan Negara. Sejak 2008, festival ini telah terdaftar sebagai hari libur nasional. (mdr1/lna)

BERITA KHUSUS

Kolaborasi Lintas Umat Beragama Suguhkan Pentas Budaya Menawan di Kota Pasuruan

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Sebutan Kota Madinah (Maju Ekonominya, Indah Kotanya, Harmoni Warganya) sepertinya tidak salah disematkan bagi Kota Pasuruan. Hal tersebut salah satunya...

BERITA TERBARU

Catat! Ini 10 Makanan Pembersih Paru-paru, Pernapasan Jadi Plong

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Paru-paru termasuk salah satu organ tubuh yang sangat penting untuk diperhatikan kesehatannya. Organ ini menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida...