Sederet Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Rajab

  • Whatsapp
rajab peristiwa
Ilustrasi Peristiwa isra’ Mi’raj
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) artinya bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat bulan haram, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Bulan Rajab menjadi lebih istimewa karena pada bualn tersebut terjadi beberapa peristiwa besar dan bersejarah bagi umat Islam. Salah satunya adalah Isra’ Mi’raj, ketika Nabi Muhammad Saw menerima perintah shalat lima waktu. Selain Isra’ dan Mi’raj masih banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Rajab.

Baca Juga

Selain Isra’ Mi’raj, masih ada beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan ini. Apa sajakah peristiwa tersebut?

BACA JUGA: Keutamaan dan Amalan Bulan Rajab – Nusadaily.com

Isra’ Mi’raj

Tepat malam 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian naik ke langit ketujuh dan menghadap Allah SWT sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat al-Isra’ ayat 1.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Oleh sebab itu, setiap tanggal 27 rajab, umat Islam selalu memperingati Isra’ Mi’raj. Selain sebagai bentuk syukur, juga untuk mengenang sejarah besar umat Islam.

Isra’ Mi’raj sendiri adalah hiburan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai penguat dirinya, dalam menjalani beratnya perjalanan dakwah yang Beliau hadapi.

BACA JUGA: Inilah Tradisi Masyarakat Jawa pada Bulan Rajab – Noktahmerah.com

Perubahan Arah Kiblat

Dilansir dari almanhaj.or.id, diceritakan bahwa ketika di Makkah, Nabi Muhammad SAW shalat menghadap Baitul Maqdis. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW masih tetap shalat menghadap Baitul Maqdis selama 16 bulan.

Hingga akhirnya pada pertengahan bulan Rajab tahun kedua hijrah, Allah memerintahkan kepada Rasulullah SAW untuk merubah arah kiblat shalat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

Adapun hikmah dari perpindahan arah kiblat adalah untuk menguji keimanan umat islam dalam beribadah kepada Allah SWT.

Pembebasan Baitul Maqdis

Pada 27 Rajab 583 H, panglima perang umat Islam Shalahudin al Ayyubi bersama pasukan umat Islam bergerak mengepung dan membebaskan tanah Palestina yang setelah 88 tahun lamanya dikuasai oleh pasukan Salibis.

Pembebasan tersebut tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari pasukan Salibis. Adzan dan Shalat Jum’at pun mulai dikumandangkan dan dilaksanakan kembali di Masjid al-Aqsha.

Umat Islam Palestina pun akhirnya kembali dapat hidup dengan melaksanakan syariah Islam di bawah sistem pemerintahan Khilafah Islam.

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Menggabung Niat Puasa Rajab dengan Qadha Ramadhan? – Beritaloka.com

Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani

Dilansir dari tirto.id, kekhalifahan Turki Usmani dibubarkan pada 1 November 1922 oleh Musatafa Kemal Ataturk. Khalifah terakhir, Mehmed VI, meninggalkan bekas daerah kekuasaannya 16 hari berselang. Majelis Agung Nasional Turki kemudian mendeklarasikan berdirinya Republik Turki pada 29 Oktober 1923 dengan Ankara sebagai ibukotanya.

Pada 3 Maret 1924, tepat hari ini 94 tahun lalu, Majelis Agung Nasional secara resmi membubarkan Kekhalifahan Usmani, menjadikannya kekhalifahan umat Islam terakhir di muka bumi—setidaknya hingga detik ini.

Pasca runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki, kehidupan masyarakat Turki berubah, karena Turki menyatakan diri sebagai negara sekuler. Islam yang berfungsi sebagai agama dan sistem hidup, serta bermasyarakat dan bernegara mulai digantikan.(mic)