Sebelum Memberontak Jepang, Supriyadi Izin Sukarno di Blitar

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – Supriyadi adalah sosok pembela tanah air sejati. Dia tidak rela Negara ini dijajah oleh Jepang. Sehingga dia pun sengaja bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) bentukan Jepang. Namun, di balik itu sebenarnya Supriyadi muak dengan Jepang.

Maka, saat Sukarno sedang mengunjungi orangtuanya di Blitar, pasukan PETA memberitahunya bahwa mereka sedang merencanakan pemberontakan dan meminta pendapat Sukarno. Ketika itu Sukarno meminta mereka untuk mempertimbangkan akibatnya, tetapi Supriyadi yakin pemberontakan akan berhasil.

Baca Juga

Kemudian pada 14 Februari 1945, tentara PETA mulai memberontak. Namun, Jepang berhasil memadamkan pemberontakan ini. Enam (atau delapan) orang dihukum mati dan sisanya dipenjara antara tiga tahun hingga seumur hidup.

Namun, Supriyadi tidak dihukum mati. Ada yang mengatakan Supriyadi melarikan diri dan bersembunyi dari Jepang dan tidak pernah ditemukan sesudahnya.

Nah, untuk mengenang keberaniannya itu di Blitar dibangun patung Supriyadi yang gagah berani. Di Blitar selain nama Sukarno nama Supriyadi tak kalah harumnya. Dua pahlawan ini banyak menginspirasi generasi muda di Blitar.

Sehingga untuk meneguhkan sebagai kota yang memiliki semangat berjuang untuk bangsa, Kota Blitar pun membuat jargon sebagai Kota Patria. Artinya adalah kota yang di mana para pahlawan mendiami dan berjuang di kota ini. (aka)

Post Terkait

banner 468x60