Ritual Aneh di Mesir, Bercinta dengan Jenazah

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – Ritual aneh yang satu ini benar-benar di luar nalar. Bayangkan, agar hubungan dengan pasangan yang meninggal tetap terjalin, orang-orang Mesir kuno kerap mempraktikkan nekrofilia atau seks dengan jenazah. Mereka sangat terpesona dengan kematian, mulai dari pembalseman jasad (mumi), membangun kuburan berbentuk piramida raksasa, hingga kehidupan alam baka.

Saat membahas mengenai proses memumikan jenazah, seorang sastrawan Yunani kuno menulis syair:

Baca Juga

The wives of men of rank are not given to be embalmed immediately after death, nor indeed are any of the more beautiful and valued women. It is not till they have been dead three or four days that they are carried to the embalmers. This is done to prevent indignities from being offered them.

Dengan kata lain, biarkan jenazah seseorang terbaring beberapa hari sehingga pembusukan terjadi. Dengan demikian, orang yang membalsem tidak dapat berhubungan seks dengan mereka yang telah meninggal. Ini artinya sudah ada kebiasaan berhubungan dengan jenazah di Mesir Kuno. Bahkan mitologi Mesir Kuno pun dipenuhi oleh kisah tentang necrophilia.

Sebagai contoh, Osiris dan Seth adalah dewa yang saling bermusuhan. Seth membunuh Osiris dan memotongnya. Istri Osiris, Dewi Isis, bertanggungjawab untuk mengumpulkan potongan-potongan tubuh sang suami, tapi dia tidak menemukan penis Osiris.

Oleh sebab itu, Isis menciptakan penis baru dan menempelkannya ke tubuh Osiris agar sempurna. Setelah lengkap, Isis berhubungan seks dengan jasad Osiris.

Isis merupakan putri pertama pasangan Geb, dewa Bumi, dan Nut, dewi langit. Isis dilahirkan pada hari kabisat keempat. Ia menikahi saudara laki-lakinya, Osiris, dan mengandung Horus darinya.

Dalam mitos Mesir kuno, Isis berperan penting dalam kebangkitkan kembali Osiris. Konon, dia menggunakan kemampuan sihirnya, sehingga berhasil mengembalikan anggota-anggota tubuh Osiris yang sebelumnya terpencar-pencar.

Dongeng ini menjadi sangat penting pada periode Yunani-Romawi. Misalnya, Sungai Nil diyakini banjir setiap tahun karena Isis menangisi kematian Osiris.

Kematian dan kelahiran kembali Osiris dilakukan melalui sebuah ritual. Pemujaan terhadap Isis pada akhirnya menyebar di Yunani-Romawi dan terus berlanjut hingga paganisme ditindas pada masa Kekristenan. (aka)

Post Terkait

banner 468x60