Rektor Unira Malang Pernah Pimpin Pasukan Berani Mati Bela Gus Dur

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Haul ke-11 Gus Dur yang digelar Gusdurian Kanjuruhan di Kampus Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen Malang secara virtual itu mengungkap sebuah cerita menarik. Salah satunya cerita yang disampaikan oleh Rektor Unira Dr Hasan Abadi yang menjadi salah satu pembicara dalam haul virtual tersebut.

Hasan mengatakan, mengenal Gus Dur sejak SMA atau ketika masih aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Umala  (IPNU), ketika itu dia membaca buku tentang Gus Dur dan langsung jatuh hati. Kecintaan Hasan kepada Gus Dur berlanjut hingga dia kuliah. Yang mana sebagai anak kuliahan Hasan aktif dalam gerakan-gerakan mahasiswa.

Nah, suatu ketika ketika Gus Dur diganggu ketika menjadi presiden, Ansor dan Banser di Malang berkumpul dan sepakat untuk menggelar aksi demonstrasi. Namun, karena selama ini Banser dan Ansor tidak pernah demo, maka Hasan yang juga anggota Ansor ditunjuk untuk menjadi pimpinan aksi mengawal presiden Gus Dur dari Malang.

Bahkan, ketika Banser membentuk pasukan berani mati yang siap diberangkatkan ke Jakarta, Hasan adalah komandannya. “Padahal saya ini tidak berani mati, tapi karena memimpin pasukan berani mati ya jadinya ikut juga,” katanya sembari tertawa dalam pemaparannya dalam acara haul tersebut.

Dikatakan Hasan, ada banyak kejadian lucu saat anggota Banser bergerak waktu itu. Misalnya, ketika Banser dari desa-desa di Kabupaten Malang dikirim ke Kota Malang untuk menjaga Mc Donald. Namun, banyak yang justru masuk Mc D karena heran dan ingin tahu dalamnya. “Maklum mereka tidak pernah melihat Mc D,” kata Hasan.

Ada lagi peristiwa lucu saat ribuan Banser menyerbu Jakarta. Waktu itu ada Banser dari Malang yang pada saat di Senayan tegang, banser itu malah pergi dan mengelus-elus patung yang menarik. “Padahal dia dicari cari oleh teman-temannya, eh ternyata malah nyantai mengelus elus patung,” guraunya. (aka)

Post Terkait

banner 468x60