Petirtaan Watu Gede Singosari Konon Bisa Sembuhkan Penyakit hingga Kabulkan Tujuan Politik

  • Whatsapp
Foto: Warga yang melakukan ritual mandi di Pertitaan Watu Gede (KOMPAS)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG-Sejumlah tokoh lokal hingga nasional dikabarkan pernah mendi di Petirtaan Watu Gede yang belakangan disebut sebagai Petirtaan Ken Dedes Watu Gede. Karena petirtaan tersebut ada yang mempercayai memiliki banyak tuah. Air yang memancar dari sumber tersebut adalah air suci gabungan dari lereng Gunung Arjuno dan Gunung Semeru. Air dari masing-masing gunung ini dianggap istimewa.

Konon di sebelah tenggara Pertirtaan Watu Gede juga terdapat goa atau disebut sumur upas (urung-urung) yang menuju sungai bawah tanah dan bisa tembus ke pantai selatan. Goa tersebut katanya sebagai salah satu jalan rahasia yang fungsinya untuk pelarian keluarga kerajaan jika ada serangan mendadak dari musuh. “Sampai saat ini lobang bawah tanah tersebut juga masih ada. Tapi tidak ada orang yang berani masuk,” kata Agus Irianto, penjaga Petirtan Watu Gede.

Baca Juga

Menurut dia,  konon Ken Dedes juga melakukan pertapaan atau semedi di pantai selatan untuk penyempurnaan jiwa juga melalui goa di bawah tanah itu. Oleh karena keistimewaan petirtan tersebut, maka dulu ada banyak orang yang mengambil air langsung dari sumber. Selain itu ada juga yang memilih mandi agar bisa dikaruniai umur panjang dan awet muda serta sembuh dari berbagai penyakit.

Ada juga yang mandi di sana supaya tujuan politiknya terkabul. Karena kepercayaan semacam itu, sehingga ada juga yang menyebut sumber di Petirtaan Watu Gede sebagai sumber urip, sumber kamulyan dan sebutan lainnya yang menunjukkan kemuliaan.

Kini di dekat sumber air di bawah pohon beringin besar dibangunkan tempat sesaji oleh paguyuban Legolilo. Kemudian juga ditempatkan payung song song buwono yang diberikan oleh abdi dalem Keraton Jogjakarta pada tahun 2006. Selain itu juga terdapat pelinggih atau padma apungan yang dibangun oleh Paguyuban umat Hindu Malang tahun 2010.

Oleh umat Hindu air tersebut disucikan sehingga harus dijaga agar tidak sampai rusak. Karena dalam waktu tertentu tempat tersebut juga juga dijadikan sarana ritual baik oleh umat Hindu atau para penganut Kejawen. Bahkan banyak umat Hindu dari Bali yang datang ke Petirtan Watu Gede untuk melakukan persembahyangan.(aka)