Pertahankan Budaya dengan Cara Menekuni Pembuatan Keris

  • Whatsapp
Hadi Sunaryo ketika membakar besi yang nantinya akan dibuat keris di rumahnya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-TRENGGALEK- Pusaka keris, merupakan senjata warisan leluhur yang harus dilestarikan. Mungkin hal itulah yang ada dalam benak Hadi Sunaryo, warga Kelurahan Tamanan, kecamatan Trenggalek.

"
"

Baca Juga

"
"

Pasalnya, diluar dugaan dirinya tertarik akan pusaka warisan leluhur tersebut dan terus mempelajarinya hingga kini menjadi seorang pembuat keris (Mpu).

Ketika Bulan Muharam pada penanggalan islam atau Bulan Suro pada penanggalan Jawa, banyak orang yang membeli keris untuk berbagai keperluan, Sehingga sang Mpu harus segera menyelesaikan pembuatan keris yang akan di perdagangkan

“Kalau membuatnya tidak hanya waktu jelang bulan Suro, di hari biasa pun juga membuat, dari pesanan maupun yang di jual-belikan,” ucap Sunaryo

Sejak 2004 silam, Sunaryo mulai mengenal dan bergabung di paguyuban pecinta pusaka. Dari situlah temannya mengenalkan dirinya dengan seorang Mpu yang berasal dari Madura.

Sejak saat itulah, dirinya terus menekuni cara pembuatan keris, bahkan karena ke inginan yang kuat, dirinya mencari ilmu dari Mpu daerah lain seperti Magetan, Solo, dan Jogjakarta.

“Awalnya saya melakukannya dengan sembunyi-sembunyi agar tidak banyak tetangga yang tahu, sebab saat itu keris masih dianggap sebagai benda yang tabu,” imbuhnya

Dengan paguyuban keris, Sunaryo yang mulai memperkenalkan bahwa keris merupakan pusaka warisan nenek moyang, tidak ada hal aneh yang menyelimutinya, dan yang paling penting tidak ada pelanggaran agama ketika membuat maupun memilikinya.

Membuat keris selalu diiringi doa doa

“Dalam pembuatan keris sendiri selalu diiringi doa-doa dari sang Mpu untuk calon pemiliknya. Tentunya doa tersebut merupakan doa yang baik bagi calon pemilik, dengan harapan pemilik bisa memagang amanah yang ditunjukan dalamnya, dan selalu menjalankan perintah Tuhan yang maha esa. Sehingga, terus tersebut melambangkan doa, dan bukan benda yang harus dikeramatkan.” jelasnya.

Untuk pembuatan keris sendiri tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab besi yang digunakan harus besi pilihan, agar kualitas keris tetap terjaga.

Sedangkan, tatacara pembuatan keris sendiri dimulai dari bahan baku yang didapat, dimasukan dalam tunggku api dengan suhu diatas seribu derajat celcius. Setelah itu, jika besi telah lulak, selanjutnya ditempa berkali-kali untuk membentuk pola keris, seperti bentuk dan lengkukannya.

Pembakaran sebelum penempaan wajib dilakukan, agar serat besi berjalan mengikuti pola keris yang dibentuk. Satu bilah keris dibuat dengan waktu minimal tiga hari, hingga tiga minggu.

“Satu bilah keris di jual mulai harga Rp 650 ribu, hingga Rp 4 juta. Perbedaan harga tersebut ditentukan dari kualitas keris yang dihasilkan, hiasan, juga kesulitan dalam membuat.” tambahnya.

Karena keterbatasan tenaga dan peralatan pembuatan keris tidak bisa dilakukan dengan jumlah yang banyak. (aby/aka)

Post Terkait

banner 468x60