Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaCulturePerguruan Silat PSHT Mendunia, Begini Sejarah Berdirinya

Perguruan Silat PSHT Mendunia, Begini Sejarah Berdirinya

NUSADAILY.COM – MALANG – Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) sudah sangat dikenal di dunia persilatan Indonesia. Karena PSHT ini telah berkembang besar dan memiliki anggota jutaan orang. Mereka tidak hanya tersebar di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bagaimana organisasi perguruan silat ini bisa mendunia? Awalnya organisasi olahraga ini diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada 1948.

Sebagaimana ditulis di Wikipedia, PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung ke dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Saat ini PSHT diikuti sekitar 7 juta anggota, memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia, 10 komisariat di perguruan tinggi dan 10 komisariat luar negeri di Malaysia, Belanda, Rusia (Moskow), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Prancis.[2]

Cerita pendirian PSHT ini berawal pada tahun 1903. Saat itu Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI : Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak).

Para Pendiri PSHT

Sebelumnya, gaya silat ini ia namai djojo gendilo tjiptomuljo dengan sistem persaudaraan yang dinamai sedulur tunggal ketjer. Pada tahun 1917, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo, Madiun.

Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI : Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu dimana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti bupati, wedana atau masyarkat bangsawan yang memiliki gelar raden.

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily