Perbedaan Pendapat Ulama Terkait Waktu Nuzulul Quran

  • Whatsapp
Quran nuzulul
Al-Quran (islami.co)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran biasanya jatuh pada tanggal 17 Ramadan dan sudah menjadi hari libur nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun ternyata, tanggal 17 Ramadan sebagai waktu Nuzulul Quran bukanlah pendapat yang tunggal, beberapa ulama memiliki pendapat lain tentang waktu Nuzulul Quran. Dilansir dari NU Online, ada beberapa pendapat terkait kapan waktu turunnya Al-Quran.

Baca Juga

BACA JUGA: Mengapa Nuzulul Quran Diperingati setiap 17 Ramadan? – Nusadaily.com

1. Tanggal 17 Ramadan

Sebagaimana sedikit dijelaskan di atas, ini adalah waktu yang paling maklum dan sering menjadi acuan penyelenggaraan peringatan Nuzulul Quran. Pendapat ini didasarkan pada Surat Al-Anfal ayat 41:

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya, “Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Menurut para ulama, yang dimaksud dengan “Yaumul Furqān” adalah waktu bertemunya dua pasukan, yaitu pasukan kaum muslimin dan kafir quraisy di Badar, atau biasa kita sebut dengan perang badar.

BACA JUGA: Hadist dan Dua Ayat Al-Quran Ini yang Kerap di Salah Tafsirkan Para Teroris – Beritaloka.com

2. Tanggal 24 Ramadan

Pendapat yang menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 24 Ramadhan ini didasarkan pada pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dari Al-Wasilah yang menyebutkan tanggal-tanggal diturunkannya kitab-kitab suci, mulai dari suhuf Ibrahim, Injil, Taurat, hingga Al-Quran.

Artinya, “Imam Ahmad bin Hanbal rahimhullah berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Said Maula (mantan budak) Bani Hasyim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Imran Abu al-Awam, dari Qatadah, dari Abu Malih, dari Wasilah, yaitu Ibn al-Asqaʽ sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Suhuf Ibrahim diturunkan pada awal malam bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 23 Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan,” (Lihat Ibnu Katsir, Tafsīrul Quranil Adhim, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M], juz I, halaman 268).

Pendapat ini dianggap lebih nyambung oleh para ulama karena dalam beberapa ayat Al-Quran disebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya, “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar.”

BACA JUGA: Kisah dalam Alquran, Kaum Madyan Disapu Badai Karena Tidak Jujur dalam Berbisnis (1) – Imperiumdaily.com

3. Tanggal 18/19 Ramadan

Pendapat lain menyebutkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 18, juga ada yang menyebutkan pada tanggal 19 Ramadan. Hal ini disebutkan oleh Ibnul Atsir dalam salah satu kitabnya yang berjudul “Al-Kāmil fit Tārikh”.

Artinya, “Tidak ada perbedaan tentang terjadinya Nuzulul Quran pada hari senin. Namun para ulama berbeda pendapat di hari senin yang mana tepatnya. Abu Qilabah berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 18 Ramadhan. Sedangkan pendapat yang lain menyebutkan 19 Ramadhan.” (lihat “Al-Kāmil fit Tārikh”)

Dari berbagai pendapat di atas, ada satu persamaan, yaitu semua sepakat bahwa Nuzulul Quran terjadi pada bulan Ramadan. Sedangkan perbedaan pendapat terkait tanggalnya tak perlu diperdebatkan lebih dalam.

Memperingati malam Nuzulul Quran tak harus dengan peringatan yang disesuaikan dengan tanggalnya yang benar, yang paling penting adalah perilaku dan sikap kita sebagai seorang muslim untuk tetap senantiasa membaca, mentadabburi dan mengamalkan Al-Quran.(mic)