Musik Ul-Daul di Sumenep, Tradisi Musik Tradisional untuk Membangunkan Warga Sahur

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Pertunjukan musik tradisional di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur tidak hanya ada pada momen penting. Pasalnya, musik tradisonal ini juga digunakan untuk membangunkan sahur ramadhan 2021.

Salahsatunya, seperti yang dilalukan para pelaku seni musik tradisional Ul-Daul Bina Seni Teng Tinkerbel Desa Banasare, Kabupaten Sumenep.

Rute awal, permainan musik tradisional itu beranjak dari Desa Banasare menuju Desa Pakondang, Rubaru Sumenep dengan sambil menyanyikan lagu-lagu Madura.

Musik tabuh dengan alat berupa kentongan dan beragam peralatan lainnya seperti tong bekas penampungan air, drum bekas, rebahana dan kleningan ini, hampir setiap malam menyambut sahur terus dimainkan oleh kelompok pemusik itu.

”Pagelaran itu hanya untuk membangunkan orang sahur, tanpa mengundang banyak kerumunan,”kata Ketua Musik tradisional Teng Tinkerbel Sumenep, Beny Widarman, Senin 19 April 2021.

Menurutnya, dengan adanya pagelaran musik tradisional dapat membangunkan geliat para pelaku seni untuk kembali berkreativitas setelah sekian lama tertidur pulas akibat pandemi covid-19. ”Terbukti mas, pada saat kami membangunkan sahur dengan musik tradisional, masyarakat antusias,”ujarnya.

Bahkan, pihaknya bersama kelompok musik tradisional lainya memberanikan diri untuk kembali mengaungkanya. Sebab, saat ini penyebaran covid-19 di sumenep dinilai sudah memasuki zona hijau.

Sementara itu, Achmad Fauzi, Bupati Sumenep, menegaskan bahwa kegiatan apapun yang dapat mengundang banyak massa tetap dilarang di Sumenep. “Kalau musik tradisional itu untuk hiburan yang dapat mengundang banyak massa, itu tidak boleh. Dan jika itu hanya keliling saja, monggo dipersilahkan,” terangnya.

Fauzi juga menegaskan, protokol kesehatan (Prokes) tetap dipatuhi secara maksimal yakni dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. (nam/aka)