Misteri Telaga Sarangan, Penunggunya Incar Pasangan yang Berselingkuh

  • Whatsapp
Telaga Sarangan. Riyanto
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Telaga Sarangan adalah salah satu destinasi wisata danau alami unggulan yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Alamnya sangat elok karena diliputi suasana teduh, dingin, dan segar dengan banyak pepohonan rindang. Luas telaga mencapai sekitar 30 hektar. Di bagian tengah telaga terdapat semacam pulau kecil.

Baca Juga

Hanya saja, selain menjadi destinasi wisata dan menjadi tempat rekreasi, masyarakat sekitar meyakini bahwa telaga ini dihuni oleh sejumlah makhluk halus. Artinya, telaga dianggap sebagai tempat keramat dan angker.

Yang paling misterius, ada sejumlah warga yang percaya bahwa roh halus penunggu telaga “gemar” memangsa pengunjung yang memiliki tabiat suka berselingkuh.

BACA JUGA: Jumat Pon Gunung Kemukus, Antara Ziarah atau Berzinah

Nah, dari sekian banyak kisah misteri yang terjadi di balik telaga ini, berikut beberapa misteri yang berhasil dikumpulkan oleh Nusadaily.com.

Misteri pertama mengisahkan tentang adanya dua ekor naga raksasa yang menghuni tempat itu. Konon, telaga ini bahkan memang dibuat oleh kedua naga.

Dalam cerita rakyat Magetan, dahulu kala hiduplah sepasang suami istri petani bernama Kyai Jalilung dan Nyai Jailung. Suatu saat, Kyai Jalilung merasa lapar dan menunggu kiriman makanan dari suaminta tetapi istrinya tak kunjung datang.

Ia memutuskan mencari makanan lain. Ia kemudian menemukan sebutir telur raksasa. Telur itu kemudian dibakar dan segera disantap. Karena saking besarnya, ia hanya memakan separoh dan sisanya dibiarkan tergeletak.

Istrinya datang dan kemudian memakan sisa telur tersebut. Keanehan pun terjadi. Beberapa lama setelah makan telur, kedua orang itu kepanasan sehingga menceburkan diri air pancuran terdekat. Mukjizat terjadi, sepasang suami istri itu kemudian berubah menjadi naga raksasa.

Karena badannya semakin membesar, tempat pancuran air itu ikut berubah menjadi luas dan dalam di mana menjadi tempat bersarangnya kedua naga. Sejak itu, tempat itu dinamakan Telaga Sarangan.

Misteri kedua dapat dibuktikan dengan adanya ritual yang kental dengan unsur supranatural yang rutin diselenggarakan di Telaga Sarangan. Ritual itu ditujukan untuk menghormati Kyai Pasir dan Nyi Pasir yang dipercaya sudah moksa menjadi dua naga besar penunggu telaga tersebut.

Ritual diadakan pada hari Jumat kliwon, yang jatuh pada bulan Ruwah menurut penanggalan Jawa. Ritual ini ditandai dengan menebarkan sesaji di dalam telaga. Warga dan para sesepuh beramai-ramai mengikuti acara tersebut.

Dalam kepercayaan warga setempat, ritual dilakukan untuk tolak bala atau menjauhkan dari marabahaya dan sekaligus untuk menghormati roh-roh leluhur. Dengan melarung beberapa harta (hasil bumi dan ternak) di telaga diharapkan masyarakat mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Misteri ketiga adalah adanya kepercayaan bahwa di telaga itu terdapat lubang besar. Anehnya, lubang tidak selalu dapat dilihat oleh orang. Tidak diketahui pula apakah lubang itu ada hubungannya dengan dua naga raksasa yang sudah disebutkan di awal.

BACA JUGA: Begini Caranya Agar Tidak Gampang Stres Selama PPKM Darurat

Misteri keempat adalah fenomena kabut yang kadang turun menyelimuti Telaga Sarangan. Di satu sisi, keberadaan kabut membuat indah pemandangan tetapi di sisi lain, datangnya kabut diyakini sebagai pertanda bahwa penunggu telaga sedang keluar dari sarangnya.

Misteri kelima adalah larangan bagi sepasang kekasih yang memadu asmara di tengah telaga. Konon, bila hal itu dilakukan, kekuatan gaib akan membuat mereka celaka.

Kutukan bisa beraneka rupa. Bisa menyebabkan hubungannya kandas sebelum pernikahan, ada juga malapetaka berbentuk lain seperti percekcokan hingga perceraian setelah menikah. Mitos ini sudah terkenal menjadi buah bibir di Magetan.

Misteri keenam adalah tingginya angka korban meninggal di sekitar Telaga Sarangan. Korban meninggal bukan hanya karena tenggelam, tak jarang kecelakaan maut juga sering terjadi di area sekitar Telaga Sarangan.

Dilansir dari netralnews, Pada 13 Oktober 2018 silam, khalayak pernah dihebohkan dengan penemuan dua korban kecelakaan Honda CRV di dekat Telaga Sarangan. Kedua korban adalah RS (34) dan RP (26) yang diduga adalah selingkuhan RS.

Mungkin, karena kebetulan korban sedang terjera kasus perselingkuhan, ada orang yang kemudian mengait-ngaitkan dengan mitos tentang roh penunggu Telaga yang gemar memangsa orang yang suka selingkuh. Benar tidaknya dikembalikan ke khalayak umum.

Yang pasti, RS yang merupakan salah satu korban kecelakaan Honda CRV di Telaga Sarangani tu sudah memiliki istri dan dua orang anak. Kejadian tersebut, kemudian menjadi sorotan tajam kala itu. (kal)