Misteri Pantai Balekambang Malang, Airnya Bisa Bikin Awet Muda?

  • Whatsapp
pantai balekambang
Suasana Pantai Balekambang masih sepi di penghujung libur panjang Oktober 2020. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pantai Balekambang menyimpan misteri. Hal ini sebagaimana pantai selatan pulau Jawa lainnya. Karena letaknya inilah sehingga pantai ini juga kaya akan mitos-mitos dan juga kepercayaan masyarakat yang berbau misteri.

Baca Juga

Salah satu mitos yang berkembang disini adalah akan berakhirnya hubungan pasangan muda mudi yang belum sah dalam bahtera pernikahan jika mereka datang berkunjung ke pantai ini. Namun sepertinya mitos yang satu ini kurang dipercaya oleh muda-mudi. Karena buktinya banyak juga yang muda mudi yang datang ke sana.

Mitos lainnya  yang berkembang adalah air yang ada di sekitar area pantai Balekambang akan membuat awet muda. Sehingga tidak jarang kita temui orang-orang atau wisatawan yang berendam atau sekedar mengusapkan air ke wajah mereka. Entah benar atau tidak mitos ini, sampai sekarang juga belum ada yang bisa membuktikannya.

Sementara itu, sejarah Pantai Balekambang bermula sekitar tahun 1978. Saat itu sebenarnya Pantai Balekambang sudah dikenal warga lokal. Pada tahun tersebut, seorang perangkat Desa Srigonco membuka akses jalan sehingga orang dari luar desa tersebut lebih mudah mencapai Balekambang. Lima tahun kemudian, Pantai Balekambang diresmikan oleh Bupati Malang yang saat itu bertugas, Bapak Eddy Slamet.

Keindahan Alamnya Menarik Wisatawan

Semenjak itu, nama Pantai Balekambang makin terkenal. Keindahan yang ditawarkannya cukup menarik wisatawan sehingga terus berkembang dan kini menjadi salah satu andalan wisata pantai di Kabupaten Malang. Maka, tidak heran kalau momen akhir pekan dan liburan pantai ini dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.

Lalu terkait sejarahnya di masa lalu, konon, orang yang pertama membuka hutan di Pantai Balekambang bernama Syaikh Abdul Jalil, seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta. Saat ini, makam Syaikh Abdul Jalil yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari Pantai Balekambang.

Makam itu sering diziarahi oleh umat muslim dari berbagai daerah. Pada bulan Suro/Muharram, jumlah jamaah yang berkunjung baik untuk memperingati tahun baru hijriyah maupun wisatawan biasa yang ingin menyaksikan prosesi ‘Suroan’ melonjak.

Pada Hari Raya Nyepi, pantai ini juga lebih ramai dari hari – hari biasa, karena umat Hindu melakukan upacara atau prosesi di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo. Pulau Ismoyo sendiri adalah bagian dari pulau-pulau kecil di Balekambang, yang menjorok ke lautan dan dihubungkan dengan sebuah jembatan ke daratan.(*/aka)