Menonton Video Dewasa Saat Puasa, Apakah Membatalkan Puasa?

  • Whatsapp
puasa video
Ilustrasi (NU Online)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ibadah puasa tidak dimaksudkan hanya untuk menahan lapar dan haus saja, namun juga mengandung hikmah atau pelajaran yang hendak dituju, yaitu la‘allakum tattaqūn. Di sini puasa berkaitan dengan kualitas atau spiritualitas dari ibadah puasa itu sendiri.

BACA JUGA: Harus Qada atau Bayar Fidyah? Ini Empat Macam Bentuk Batal Puasa dan Konsekuensinya – Nusadaily.com

Lantas, bagaimana jika seseorang menonton video dewasa saat puasa? Apakah aktivitas tersebut membatalkan puasa atau tidak?

BACA JUGA: Ramadan Bulan Ampunan, Perbanyak Baca Doa Ini di Bulan Ramadan – Noktahmerah.com

Melansir dari NU Online, tindakan menonton video dewasa merupakan aktivitas memandang suatu objek penglihatan (yang diduga kuat) dengan syahwat. Namun, secara normatif, pemandangan terhadap sesuatu dengan syahwat tidak termasuk dari hal-hal yang membatalkan puasa. Dengan demikian, tindakan menonton video dewasa tidak membatalkan puasanya.

Imam An-Nawawi dalam “Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin” mengatakan:

“Sperma jika keluar (ejakulasi) sebab onani, maka puasa seseorang batal. Tetapi jika mani keluar dengan semata-mata pikiran dan memandang dengan syahwat, maka puasanya tidak batal. Sedangkan ejakulasi sebab kontak fisik pada selain kemaluan, sentuhan, atau ciuman, maka puasanya batal. Ini pandangan mazhab Syafi’i. Demikian juga pandangan mayoritas ulama,”

Meskipun demikian, kajian ibadah puasa tidak hanya berbicara hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan berhubungan badan, tetapi juga berbicara poin penting lainnya yang berkaitan dengan hal yang membatalkan pahala dan mengeringkan kualitas pahala seseorang seperti memandang dengan syahwat dan berakhlak tercela.

BACA JUGA: Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan, Lantas Mengapa Masih Ada Maksiat? – Imperiumdaily.com

Dengan demikian, masalah ibadah puasa bukan hanya urusan sah atau tidak sah puasa. Tetapi masalah ibadah puasa juga menyangkut soal sejauh mana upaya seseorang dalam memburu hikmah puasa, yaitu mengendalikan diri dari pemandangan dengan syahwat seperti menonton video dewasa; dan dari perilaku tercela seperti berkata kasar dan kotor.

Sebaiknya manfaatkan waktu saat puasa dengan kegiatan yang positif seperti bekerja, membaca Al-Qur’an, bersedekah, belajar ilmu agama dan lainnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas menonton video dewasa saat melakukan ibadah puasa tidak membatalkan atau merusak ibadah puasa, tetapi merusak pahala dan kualitas ibadah puasa yang bersangkutan.(mic)