Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

  • Whatsapp
qadar lailatul
Ilustrasi (pixabay)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Salah satu peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam saat memasuki akhir bulan Ramadan adalah Lailatul Qadar. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun sampai 84 tahun.

Meskipun demikian, tidak ada yang tau kapan waktu yang tepat terjadinya Lailatul Qadar. Dijumpai beberapa riwayat yang satu dengan lainnya berbeda, karena itu tidak dapat dipastikan.

Baca Juga

BACA JUGA: Dua Keistimewaan Malam Lailatul Qadar – Nusadaily.com

Waktu Lailatul Qadar dirahasiakan bukan tanpa sebab. Ada banyak sekali hikmah yang bisa diambil.

Dilansir dari NU Online, dengan dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar, manusia akan tergerak untuk berusaha, dan beribadah setiap hari di bulan Ramadan. Dalam pencariannya, jika manusia tidak berhasil mendapatkannya, ia telah mengumpulkan banyak kebaikan. Bisa jadi karena kegigihannya, Allah menuntunnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga Allah akan menghilangkan kantuknya; melenyapkan malasnya, dan menguatkan istiqamahnya ketika Lailatul Qadar datang.  

BACA JUGA: Sama-sama Terjadi di Bulan Ramadan, Ini Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar – Beritaloka.com

Sesuatu yang istimewa memang tidak akan bisa didapatkan dengan usaha yang sedikit. Oleh karenanya, Lailatul Qadar harus diperjuangkan, tidak hanya dinantikan.

BACA JUGA: Perbedaan Pendapat Ulama Terkait Waktu Nuzulul Quran – Noktahmerah.com

Meskipun waktu pastinya tidak ada yang tahu, namun kehadiran Lailatul Qadar di bulan Ramadan adalah sebuah hal yang pasti. Namun, apakah kita berhasil menemuinya atau tidak, itu soal lain. Bisa jadi kita sedang tidur ketika ia hadir; bisa jadi kita sedang bermaksiat ketika ia datang; bisa jadi kita sedang bertadarrus ketika ia tiba; bisa jadi kita sedang shalat malam ketika ia menyapa. Yang jelas, ia pasti hadir di tengah-tengah kita. Soal kita berhasil mendapatkannya atau tidak, tergantung kita sendiri.  

Karena itu, kita butuh usaha dan istiqomah. Kita harus bersiap diri menyambut kehadirannya. Tanpa itu, kita akan menanti dalam kelalaian dan menunggu dalam kelupaan.

Andai waktu Lailatul Qadar dipastikan saat dan tanggalnya, manusia hanya akan menunggu, tidak berusaha mencarinya. Apalagi kebaikan yang akan didapatkan berlipat-lipat banyaknya.(mic)