Mengapa Nuzulul Quran Diperingati setiap 17 Ramadan?

  • Whatsapp
quran nuzulul
Ilustrasi Al-Quran
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Terkait kapan tanggal pastinya Nuzulul Quran, terdapat perbedaan pandangan para ulama.

BACA JUGA: Inilah Kenikmatan Surga Ar-Rayyan yang Dijanjikan untuk Orang Berpuasa – Nusadaily.com

Baca Juga

Melansir dari NU Online, dalam proses turunnya Al-Quran secara bertahap, wahyu pertama yang diterima Nabi adalah Surat al-Alaq dari ayat satu sampai lima.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

BACA JUGA: Kisah Hikmah Seorang Murid yang Ingin Mimpi Bertemu Rasulullah – Beritaloka.com

Saat Nabi mencapai usia 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta, mengeluarkan mereka dari sesatnya kebodohan menuju terangnya pengetahuan. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah, Nabi menerima wahyu untuk pertama kalinya.

Perbedaan pendapat mengenai kapan wahyu pertama turun memang tidak bisa dihindari. Selain tanggal 17 Ramadan ada pula yang berpendapat terjadi tanggal 7, 8, dan 21 Ramadan. Bahkan beberapa pendapat ada yang menyebut bukan di bulan Ramadan.

BACA JUGA: Kisah Sahabat Nuaiman, Pemabuk yang Mencintai dan Dicintai Rasulullah SAW – Noktahmerah.com

Namun, perayaan Nuzulul Quran di setiap tanggal 17 Ramadan yang telah turun-temurun terlaksana tanpa ada pengingkaran dari para ulama, setidaknya memiliki pembenaran dari sudut pandang sejarah menurut satu versi.

“(Fasal Pertama kali wahyu turun). Saat Nabi menginjak usia matang, yaitu 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta seraya menggembirakan dan memperingatkan, untuk mengeluarkan mereka dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu. Demikian itu terjadi di awal bulan Februari tahun 610 Masehi seperti yang dijelaskan Syekh Mahmud Basya sang pakar astronomi. (Namun) setelah penelitian yang cermat, telah jelas bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, bertepatan dengan bulan Juli tahun 610 Masehi.” (Syekh Muhammad al-Khudlari Bik, Nur al-Yaqin Fi Sirati Sayyid al-Mursalin, hal. 19).

Oleh karenanya, tidak perlu fanatik secara berlebihan dengan menyalahkan pihak yang berbeda dengan pendapat yang diyakini. Siapa pun boleh merayakan Nuzulul Quran di selain tanggal 17 Ramadan dengan tetap menghormati pendapat lain yang berbeda.(mic)