Jembatan Pelor: Kecil, Padat, Horor dan Banyak Memakan Korban

  • Whatsapp
Jembatan Pelor
Penampakan jembatan peler di kota malang yang banyak merenggut korban jiwa. (31/03/2021) (google map)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kecil, sempit dan padat, tiga kata itu bisa menggambarkan menggambarkan jembatan bernama pelor atau dikenal dengan nama lain Jembatan Peler yang terletak di Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang.

Jembatan yang hanya bisa dilewati sepeda motor itu hanya selebar 2 meter.

Ketika menengok kiri atau kanan pengendara dibuat merinding melihat tingginya jembatan tersebut dari atas permukaan jalan aspal di bawahnya.

Selain itu sebagian dari panjang jembatan peler ini di atas permukaan kali yang jauh lebih tinggi lagi.

Baca Juga: Jembatan Alternatif Penghubung Dua Desa di Magetan Membahayakan Warga

Jembatan yang menghubungkan Jl. Brigjen Slamet Riyadi (Oro-oro Dowo) dengan Kelurahan Samaan ini menjadi salah satu jalan alternatif jika para pengendara ingin memangkas waktu tempuh baik dari Blimbing ke Klojen atau sebaliknya.

Namun, tahukah anda jembatan tersebut selain unik dan padat juga menyimpan cerita-cerita horor.

Tim nusadaily menanyakan seputar keunikan jembatan tersebut kepada salah satu warga sekitar yang bernama Sukadi, Rabu (31/03/2021)

Pria yang juga berdagang kripik singkong manis di depan jalan masuk jembatan yang juga merupakan warga sekitar menuturkan, bahwa yang selama ia ketahui jembatan peler ini sudah memakan 5 korban jiwa.

Baca Juga: Jembatan Penyumbat Sampah di Kenjeran Kota Surabaya Dibongkar

Sering Dijadikan Tempat Bunuh Diri

Empat di antaranya bunuh diri, 1 lainnya meninggal kecelakan akibat jatuh dari jembatan yang kurang lebih berjarak 5 meter dari atas jalan aspal di bawahnya.

“Saya sudah jualan kripik di sini 10 tahun lebih mas, itu rumah saya,” ujarnya sambil menunjuk salah satu rumah.

Sukadi menjelaskan banyak kejadian di jembatan pelor ini, ada yang bunuh diri ada juga yang jatuh dari jembatan.

Baca Juga: Jembatan Kedungkandang Makin Ciamik

“Kalau setahu saya udah banyak kejadian di sini. Kecelakaan pernah itu 1 orang ibu-ibu jatuh dari atas jembatan ke jalan aspal bawahnya. Ya pecah mas (kepala) meninggal orangnya. Yang sering itu orang stres, tiba-tiba loncat. Ya emang jembatan itu sering dibuat tempat bunuh diri sama orang-orang itu,” ujarnya sembari menghisap rokok kepada nusadaily.com Rabu (31/03/2021).

Selain menyimpan kisah mistis, nyatanya jembatan tersebut juga memberikan banyaj manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

Sukadi, menuturkan sejak jembatan tersebut ramai ekonomi masyarakat sekitar mulai terangkat.

Baik yang memiliki toko klontong atauppun yang berdagang makanan seperti dirinya.

“Ya Alhamdulillah Mas, sejak ramainya jembatan ini bisa membantu masyarakat (perekonomian). Yang dulu tokonya sepi sekarang mulai rame ya termasuk punya saya ini. Ya semoga ga ada korban jiwa lagi kedepannya,” pungkasnya.(nd3/aka)