Heboh Penemuan Ribuan Keping Koin Kuno Terpendam di Tanah Banyuwangi

  • Whatsapp
koin kuno
Ribuan keping koin kuno ditemukan di areal parkir Warung Kemarang Banyuwangi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Warga Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah dihebohkan penemuan ribuan keping koin kuno yang terpendam di dalam tanah. Ribuan koin yang mulai membatu itu ditemukan seorang kuli bangunan saat tengah menggarap areal parkir milik Warung Kemarang.

Saat menggali tanah, pekerja tersebut tak sengaja menemukan bongkahan benda yang awalnya dikira batu. Namun, setelah digali lebih dalam, benda tersebut ternyata adalah koin kuno yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan keping.

BACA JUGA: Situs Watukebo Banyuwangi Bakal Dijadikan Open Site Museum

“Ribuan koin kuno ini ditemukan pada hari Selasa kemarin (2 Februari 2021). Saat itu, pekerja saya sedang menurunkan tanah sekitar satu meter di areal parkir. Ketika melakukan penggalian tukang gali menemukan uang logam lama,” ujar Pemilik Warung Kemarang, Wowok Meriyanto, Kamis 4 Februari 2021.

Wowok mengaku langsung menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi untuk melaporkan penemuan ribuan keping koin kuno tersebut. Dinas Pariwisata bersama Tim Ahli Purbakala langsung menuju Warung Kemarang untuk memeriksa ribuan keping koin kuno tersebut.

“Saat ditimbang, bongkahan koin kuno tersebut berat sekitar 35 kilogram. Kemudian Tim Ahli Purbakala melakukan pencarian kembali menggunakan alat metal detector dan ditemukan kembali, namun tidak banyak. Total sekitar Total 36,5 kilogram saat ditimbang,” ungkap Wowok.

BACA JUGA: Arkeolog Dwi Cahyono: Situs Kendalisodo Magetan Merupakan Punden Pamujan

Menurut Wowok, koin-koin yang ditemukan bentuknya tipis dan berlubang di bagian tengah.

koin kuno

Kini alat jual beli yang biasa disebut uang gobog tersebut masih diamankan. Pihaknya berencana akan menjadikan koin itu histori Warung Kemarang.

“Tetapi seandainya dari dinas pariwisata atau pemerintah ingin membuat museum koin kuno, kalau memang itu dari pemerintah akan kami berikan. Yang jelas kami tidak akan menjual kepada siapapun yang mau membeli,” tutup Wowok. (ozi/lna)