Habis Gelap Terbitlah Terang, Perjuangan R.A Kartini Bangkitkan Emansipasi Wanita

  • Whatsapp
Kartini
R.A Kartini (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Habis gelap terbitlah terang merupakan buku kumpulan surat yang diterbitkan oleh R.A Kartini pada tahun 1911. Surat-surat tersebut berisi curahan hati R.A. Kartini mengenai kehidupan perempuan-perempuan di masanya.

Buku yang berjudul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” merupakan kumpulan surat-surat R.A. Kartini untuk teman-temannya di Eropa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih relevan di tengah era modern sekarang.

Gelap di sini diartikan kesulitan, hambatan, kesukaran. Sedangkan terang, yang merupakan lawan gelap, diartikan kemudahan, kesenangan. Jadi, setelah masa sulit, pasti akan muncul kemudahan atau kesenangan.

BACA JUGA: Memoriam “Sekolah Kartini” di Kota Malang – Nusadaily.com

Keistimewaan R.A Kartini

Kartini yang lahir pada 21 April 1879 di Kota Jepara merupakan seorang bangsawan bergelar Raden Ajeng yang membuatnya berhak memperoleh pendidikan pada zamannya.

Ketertarikannya dalam membaca, membuat beliau memiliki wawasan yang cukup luas di bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Namun R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita dengan membandingkan kehidupan wanita Eropa dan pribumi.

Menurut beliau seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum yang saat itu belum menjadi hak kaum wanita pribumi.

Pada zaman itu derajat kaum perempuan Indonesia bisa dibilang sangat rendah dibandingkan kaum pria. Maka dari hal itu R.A Kartini tergerak karena membuatnya tidak nyaman dengan kondisi tersebut.

Beliau merasa kaum perempuan sangat direndahkan dan tidak mendapatkan perlakuan yang adil. Kemudian R.A Kartini menyuarakan emansipasi wanita dengan mendirikan sekolah khusus wanita. Sehingga para perempuan Indonesia dapat merasakan pendidikan setara dengan pria.

Makna Hari Kartini telah menginspirasi banyak wanita untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan diskriminasi. Menjadi pribadi yang berani mendobrak tradisi melalui surat-suratnya, sikapnya yang mandiri, dan mampu berjuang dari balik kungkungan adat dan tradisi.

Membuat perempuan terkekang pada zamannya, dan harus memberi api semangat bagi wanita Indonesia untuk semakin maju. Beliau adalah sosok modern yang berasal dari masa lalu sehingga pantas dikenang dan diketahui kisahnya oleh para generasi muda Indonesia khususnya wanita.

BACA JUGA: Petugas SPBU Blitar Gunakan Kebaya di Hari Kartini – Noktahmerah.com

Makna Kebaya di Peringatan Hari Kartini

Setiap peringatan Hari Kartini biasanya kita sering melihat wanita Indonesia berparade menggunakan pakaian kebaya modern, kebaya tersebut bermakna bahwa perempuan harus bisa selalu menyesuaikan diri dengan keadaan, sekaligus menjaga diri sendiri terutama di ranah rumah tangga. Hal itu menjadi bukti bahwa wanita mampu berdiri tangguh melawan kriminalitas di lingkungan yang paling dekat dengan keseharian.

Dari perjuangan Kartini inilah membuat kesetaraan antara kaum wanita dan pria terwujud sampai saat sekarang. Kini kaum perempuan memiliki hak untuk melawan dari berbagai tindakan kekerasan seperti yang terjadi dalam rumah tangga.

Dari sisi hukum pun sekarang menjamin kebebasan perempuan sehingga bagi mereka siapapun yang berani menyakiti perempuan dapat dikenai hukuman berat. Hal ini sungguh sangat jauh berbeda dengan zaman dulu dimana wanita lebih banyak ditindas dan diremehkan.

BACA JUGA: UniPin, Riot Games SEA Gelar Pertandingan Amal Peringati Hari Kartini – Imperiumdaily.com

Kesetaraan dalam Hal Pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi ujung tombak dalam membantu kemajuan bangsa. Kaum perempuan harus memiliki pengetahuan luas dan berkualitas agar bisa mendidik generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa.

Yuk jangan biarkan perjuangan Kartini berhenti disini, kaum perempuan Indonesia harus bisa menjadi pribadi yang tangguh, tidak boleh berhenti untuk “bergerak” dan berkarya. Selamat Hari Kartini! (eky)