Gunung Lawu, Riwayatmu Dulu

  • Whatsapp
Gunung Lawu yang penuh misteri. (foto: phinemo.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Melihat Gunung Lawu dari kejauhan, Kokoh laksana paku bumi, pemersatu sekaligus penjaga negeri. Jika menelusuri dengan mendaki, semua sisinya indah, laksana sebongkah surga yang jatuh di tanah pertiwi. Gunung purba ini telah lama diam, namun geliat sapanya, entah kapan, semoga membawa berkah bagi masyarakat di sekitarnya.

Gunung Lawu, bernama asli Wukir Mahendra Giri, gunung ini dipercaya sebagai pasak tertua tanah Jawa. Tak heran jika di dalam cerita Babad Lawu serta Banjaran Lawu, Gunung ini digadang sebagai gunung tertua di Pulau Jawa. Dan menjadi tempat hijrah para dewa dari pegunungan Himalaya nan jauh di daratan Asia.

Baca Juga

BACA JUGA : Tiru Bahtera Nabi Nuh, Ahli Akan Kirim Jutaan Sperma ke Bulan

Beberapa penelitian untuk mengusut pendapat bahwa gunung ini merupakan gunung tertua pun telah dilakukan. Dan agaknya hasilnya pun membenarkan: bahwa jenis bebatuan yang terdapat di puncak Lawu merupakan jenis batu karang dan gunung Lawu yang sekarang dulunya merupakan dasar laut yang terangkat ke permukaan.

Hal lain yang mendukung penelitian ini adalah ditemukannya beberapa flora dan fauna endemik Lawu. Antara lain: Harimau, Cemara, Jalak Lawu, Elang Jawa, Anggrek Lawu, Edeilweiss Lawu yang berwarna ungu.

Gunung Lawu dalam kepercayaan Jawa sebagaimana gunung lain di wilayah lainnya, bukanlah satu hal yang nirmakna. Penganut agama Hindu percaya bahwa gunung merupakan tempat tinggal para dewa serta roh para leluhur.

BACA JUGA : Kenang Karya Maestro Tari, Banyuwangi Gelar Festival Sulur Kembang

Sudah sejak lama manusia percaya bahwa dewa-dewa bersemayam di gunung dan Tuhan bagi penganut monotheism memilih tempat bersemayam di tempat yang tinggi(langit).

Dari sana dapatlah dipahami bahwa Gunung dan Langit yang tinggi itu tidak hanya menjadi bentang spiritualitas, tapak sejarah; namun diwaktu yang sama mengandung beragam misteri dan cerita yang tak pernah lengkap untuk disampaikan.

Pulau Jawa yang banyak ditapaki berbagai kerajaan-kerajaan di zamannya ini, memiliki deretan gunung-gunung api yang menjulang. Hal inilah yang menjadikan pulau Jawa termasuk ke dalam sabuk api pasifik yang dikenal sebagai Ring of Fire.

BACA JUGA : Supersemar Riwayatmu Dulu

Diantara bagian cincin api itu adalah Gunung Lawu. Yang kini berada tepat di wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Geografis Gunung Lawu

Secara geografis gunung ini berada di tengah-tengah pulau Jawa. Hali ini menjadikannya sangat berkaitan erat dalam pembentukan kosmologi budaya Jawa.

Bahkan sampai sekarang, banyak petinggi-petinggi Keraton dan sanak keluarganya yang menziarahi puncak gunung Lawu tiap tanggal 1 Muharram, atau yang di Jawa dikenal sebagai 1 Suro.

Peradaban Jawa dipercaya berasal dari gunung Lawu. Banyak peninggalan kerajaan-kerajaan kuno jawa berupa candi-candi yang terdapat di wilayah Gunung Lawu, antara lain Candi Cheto dan Candi Sukuh.

Pendapat yang mengatakan bahwa Lawu adalah wilayah asal orang Jawa diperkuat dengan ditemukannya fosil manusia jawa tertua atau yang dikenal sebagai Pithecan Tropus Erectus di Desa Sangiran, yang terletak tidak seberapa jauh dari lereng gunung Lawu.